RYGAMES
Tersimpan

Children’s Garden Ubah Neraka Anak-Anak Sai no Kawara Jadi Puzzle Surreal Penuh Makna

Ringkasan: Children’s Garden menjadi salah satu game indie Jepang yang cukup unik karena mengangkat mitologi Sai no Kawara ke dalam bentuk puzzle surreal. Game ini
Children’s Garden Ubah Neraka Anak-Anak Sai no Kawara Jadi Puzzle Surreal Penuh Makna - RYGAMES
Bagikan Artikel
X Facebook Telegram LINE Pinterest Threads Reddit Bluesky LinkedIn Tumblr ChatGPT

Children’s Garden Ubah Neraka Anak-Anak Sai no Kawara Jadi Puzzle Surreal Penuh Makna

Children’s Garden menjadi salah satu game indie Jepang yang cukup unik karena mengangkat mitologi Sai no Kawara ke dalam bentuk puzzle surreal. Game ini dikembangkan oleh Wellness Mechanism dan diterbitkan oleh Kodansha melalui program Creators’ Lab.

Dalam cerita rakyat Buddhis Jepang, Sai no Kawara digambarkan sebagai tempat bagi jiwa anak-anak yang meninggal terlalu muda. Mereka harus menumpuk batu menjadi stupa, tetapi tumpukan itu terus dihancurkan oleh oni, membuat usaha mereka terasa sia-sia dan menyakitkan.

Children’s Garden mengambil konsep tersebut, lalu mengubahnya menjadi puzzle game yang aneh, abstrak, dan emosional. Pemain tidak berperan sebagai Jizo, melainkan seseorang yang menemukan perangkat misterius yang terhubung dengan seorang anak di alam setelah kematian.

Ringkasan Cepat

  • Game: Children’s Garden
  • Developer: Wellness Mechanism
  • Publisher: Kodansha
  • Program: Kodansha Creators’ Lab
  • Genre: puzzle, narrative, indie, surreal
  • Tema utama: Sai no Kawara, afterlife, reincarnation, memory, dan eternal rest
  • Platform: Windows dan macOS via Steam
  • Rencana rilis: 2026
  • Demo: akan tersedia di Steam dan itch.io
  • Mode: single-player
  • Bahasa: English, Japanese, Simplified Chinese, dan Traditional Chinese
  • Konsep gameplay: menumpuk Onbutsu untuk menyelesaikan misi dan membuka lore
Advertisement

Trailer dan Halaman Steam Resmi

Puzzle Surreal dari Mitologi Sai no Kawara

Screenshot gameplay Children’s Garden

Children’s Garden memakai premis yang tidak biasa untuk sebuah puzzle game. Inspirasi utamanya datang dari Sai no Kawara, riverbed atau alam limbo dalam cerita rakyat Buddhis Jepang yang dikaitkan dengan jiwa anak-anak yang meninggal terlalu muda.

Dalam mitos tersebut, anak-anak dipaksa menumpuk batu untuk membuat stupa sebagai bentuk penebusan. Namun, para oni terus menghancurkan tumpukan itu, membuat mereka harus mengulang proses yang sama tanpa akhir.

Sponsored

Game ini mengadaptasi rasa sia-sia tersebut menjadi gameplay puzzle. Pemain harus menumpuk benda bernama Onbutsu, mainan edukasi religius yang disebut sebagai pendahulu building block modern Jepang.

Reincarnation Ethics Program Jadi Pintu Cerita

Alih-alih langsung menjadi penyelamat seperti Jizo, pemain dalam Children’s Garden menemukan sebuah perangkat aneh yang terhubung dengan seorang anak di alam setelah kematian. Anak tersebut meminta bantuan, lalu pemain ikut masuk ke dalam program bernama Reincarnation Ethics Program.

Program ini meminta pemain menyelesaikan misi dengan menumpuk Onbutsu. Tujuannya bukan hanya menyelesaikan puzzle, tetapi juga memberi tambahan “lifespan” agar sang anak bisa bertahan lebih lama di alam setelah kematian.

Advertisement

Dari konsep ini, Children’s Garden terasa tidak hanya seperti puzzle abstrak. Game ini punya lapisan naratif tentang kehilangan, penebusan, dan harapan agar seorang anak bisa menemukan kedamaian.

Onbutsu, Bentuk Aneh, dan Puzzle yang Makin Kompleks

Secara gameplay, pemain harus menumpuk Onbutsu di dalam stage untuk memenuhi target tertentu. Targetnya bisa berupa menumpuk benda melewati garis merah, menempatkan jumlah tertentu di area stage, atau menyelesaikan struktur dengan batasan yang semakin rumit.

Tantangannya datang dari bentuk Onbutsu yang tidak selalu rapi. Banyak blok memiliki bentuk tidak beraturan, sehingga pemain harus memperhitungkan posisi, keseimbangan, dan ruang yang tersedia.

Semakin jauh progres pemain, struktur level menjadi semakin kompleks dan abstrak. Inilah yang membuat Children’s Garden tampak seperti puzzle physics yang sederhana di permukaan, tetapi bisa berubah menjadi pengalaman yang kacau, aneh, dan menekan.

Lore Terbuka dari Memori yang Tertutup

Setiap level yang diselesaikan akan memberi pemain Years, semacam sumber daya yang bisa dipakai untuk membuka bagian lore yang sebelumnya tertutup hitam di perangkat misterius tersebut.

Bagian lore ini menyimpan informasi tentang dunia, masa lalu sang anak, dan rahasia di balik program yang sedang dijalankan pemain. Dengan membuka potongan demi potongan informasi, pemain bisa memahami lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi.

Struktur ini membuat Children’s Garden tidak hanya bergantung pada puzzle. Ada dorongan naratif yang membuat pemain ingin terus maju, karena setiap keberhasilan bisa membuka jawaban baru tentang nasib anak yang sedang ditolong.

Kenapa Children’s Garden Menarik?

Ada beberapa alasan kenapa Children’s Garden layak dipantau oleh penggemar puzzle game dan game indie eksperimental.

1) Mengangkat mitologi Buddhis Jepang

Sai no Kawara jarang dijadikan fondasi utama game, apalagi dalam bentuk puzzle surreal.

2) Puzzle terasa sederhana tetapi punya makna berat

Menumpuk blok bukan hanya mekanik gameplay, tetapi juga metafora dari usaha sia-sia anak-anak di Sai no Kawara.

3) Visualnya abstrak dan tidak biasa

Children’s Garden memakai visual yang terasa aneh, colorful, dan sedikit tidak nyaman, cocok dengan tema afterlife yang dibawanya.

4) Ada bagian naratif yang dibuka bertahap

Pemain bisa membuka lore dari perangkat misterius dan mempelajari rahasia dunia serta nasib sang anak.

5) Demo akan tersedia

Pemain yang penasaran bisa menunggu demo gratis yang direncanakan hadir di Steam dan itch.io.

Info Rilis

Untuk saat ini, informasi penting yang sudah diketahui adalah:

  • Children’s Garden dikembangkan oleh Wellness Mechanism
  • game ini diterbitkan oleh Kodansha
  • game direncanakan rilis pada 2026
  • platform yang diumumkan adalah Windows dan macOS via Steam
  • demo gratis direncanakan hadir di Steam dan itch.io
  • genre resminya adalah puzzle and narrative
  • game mendukung single-player
  • bahasa yang tercantum di Steam mencakup English, Japanese, Simplified Chinese, dan Traditional Chinese
  • gameplay berfokus pada menumpuk Onbutsu dan membuka lore melalui Reincarnation Ethics Program
  • cerita terinspirasi dari mitologi Sai no Kawara

Penutup

Children’s Garden terlihat sebagai game indie Jepang yang berani mengambil tema berat dan mengubahnya menjadi puzzle surreal yang unik. Dengan inspirasi dari Sai no Kawara, mekanik menumpuk Onbutsu, serta narasi tentang anak di alam setelah kematian, game ini punya identitas yang jauh berbeda dari puzzle game biasa.

Bagi pemain yang menyukai game indie eksperimental, visual abstrak, cerita simbolis, dan puzzle yang membawa makna emosional, Children’s Garden layak masuk wishlist sambil menunggu demo dan rilis penuhnya pada 2026.

Reaksi artikel

Baca Juga