RYGAMES
Tersimpan

CODA Soroti Risiko AI Training Anime dan Manga Jepang, Hak Kreator Jadi Isu Utama

Ringkasan: Content Overseas Distribution Association / CODA merilis pernyataan baru terkait penggunaan karya anime, manga, game, musik, dan konten Jepang lain dalam layanan
CODA Soroti Risiko AI Training Anime dan Manga Jepang, Hak Kreator Jadi Isu Utama - RYGAMES
Bagikan Artikel
X Facebook Telegram LINE Pinterest Threads Reddit Bluesky LinkedIn Tumblr ChatGPT

CODA Soroti Risiko AI Training Anime dan Manga Jepang, Hak Kreator Jadi Isu Utama

Content Overseas Distribution Association / CODA merilis pernyataan baru terkait penggunaan karya anime, manga, game, musik, dan konten Jepang lain dalam layanan generative AI. Organisasi anti-pembajakan asal Jepang ini menilai kemunculan gambar atau video yang sangat mirip dengan karya berhak cipta sebagai masalah serius bagi kreator.

CODA meminta perusahaan pengembang dan penyedia layanan AI untuk mengambil langkah pencegahan, terutama jika sistem mereka dapat menghasilkan output yang identik atau sangat mirip dengan karya Jepang yang sudah ada. Isu ini menjadi semakin besar karena layanan AI generatif kini dapat digunakan luas oleh publik.

Pernyataan ini juga menegaskan bahwa AI seharusnya digunakan untuk mendukung kreativitas manusia, bukan melemahkan hak pencipta melalui penggunaan karya tanpa izin.

Ringkasan Cepat

  • Organisasi: CODA / Content Overseas Distribution Association
  • Topik utama: copyright infringement oleh layanan generative AI
  • Tanggal pernyataan: 27 Mei 2026
  • Konten yang disorot: anime, manga, game, musik, film, publishing, dan konten Jepang lain
  • Masalah utama: output AI yang identik atau sangat mirip dengan karya berhak cipta
  • Permintaan CODA: investigasi, pencegahan output mirip, tidak memakai konten anggota tanpa izin, dan dialog dengan pemegang hak
  • Catatan hukum: CODA menyoroti prinsip izin dari pemegang hak sebelum penggunaan karya
  • Isu besar: hak kreator, fair use, AI training, dan perlindungan IP Jepang
Advertisement

Pernyataan CODA

Pernyataan CODA soal AI training
Pernyataan CODA soal AI training

AI Training dan Kemiripan Output Jadi Sorotan

CODA menilai ada masalah besar ketika layanan AI generatif dapat menghasilkan gambar atau video yang terlihat sangat mirip dengan karya anime, manga, atau konten Jepang populer. Masalahnya bukan hanya ketika pengguna sengaja menulis prompt nama karya tertentu, tetapi juga ketika output mirip muncul dari prompt yang tidak secara langsung menyebut karya tersebut.

Situasi seperti ini dinilai berisiko bagi pengguna dan kreator. Pengguna bisa saja tidak sadar menghasilkan konten yang menyerupai karya berhak cipta, sementara kreator dan pemegang hak berpotensi kehilangan kendali atas ekspresi visual yang mereka bangun.

Sponsored

Karena itu, CODA meminta penyedia layanan AI melakukan investigasi berkelanjutan dan membuat sistem pencegahan agar output yang identik atau sangat mirip dengan karya berhak cipta tidak mudah muncul.

Tiga Permintaan Utama untuk Perusahaan AI

Dalam pernyataannya, CODA meminta perusahaan AI memperhatikan tiga hal utama.

Pertama, perusahaan perlu melakukan investigasi memadai untuk mengetahui apakah layanan mereka menghasilkan output yang identik atau sangat mirip dengan karya berhak cipta. Jika iya, sistem pencegahan harus disiapkan lebih awal.

Advertisement

Kedua, jika hasil investigasi atau klaim pemegang hak menunjukkan adanya output yang sangat mirip, konten milik anggota CODA tidak boleh dipakai sebagai material training tanpa izin.

Ketiga, perusahaan AI diminta merespons permintaan dan konsultasi dari pemegang hak secara serius. Bagi CODA, dialog dengan pemilik karya menjadi bagian penting agar teknologi AI bisa berkembang tanpa merugikan kreator.

Isu Article 30-4 dan Penggunaan Tanpa Izin

CODA juga menyinggung Article 30-4 dalam hukum hak cipta Jepang, yang sering dikaitkan dengan penggunaan karya untuk tujuan analisis atau non-enjoyment. Namun, CODA menilai situasi saat ini tidak bisa disederhanakan hanya sebagai penggunaan non-enjoyment.

Jika training akhirnya menghasilkan output yang sangat mirip dengan karya original, maka penggunaan tersebut dapat dianggap berkaitan dengan tujuan menikmati ekspresi karya. Dengan kata lain, masalahnya bukan hanya proses training, tetapi juga hasil konkret yang keluar dari layanan AI.

CODA juga menekankan bahwa tidak ada sistem yang otomatis membebaskan tanggung jawab hanya karena perusahaan baru merespons setelah pemegang hak mengajukan keberatan. Prinsip dasarnya tetap mengarah pada izin terlebih dahulu dari pemegang hak.

Kenapa Isu Ini Penting?

Ada beberapa alasan kenapa pernyataan CODA ini penting untuk industri kreatif.

1) Anime dan manga Jepang punya nilai global besar

Karya Jepang tidak hanya populer di Jepang, tetapi juga punya pasar internasional yang luas.

2) Output AI bisa menyerupai karya yang sudah ada

Kemiripan visual dapat menciptakan risiko hukum dan etika, terutama jika hasilnya dipublikasikan.

3) Kreator bisa dirugikan

Jika karya mereka dipakai tanpa izin untuk menghasilkan konten serupa, nilai ekonomi dan hak moral kreator bisa terganggu.

4) Pengguna juga ikut berisiko

Pengguna layanan AI bisa tidak sengaja membuat konten yang terlalu mirip dengan karya berhak cipta.

5) Industri butuh aturan dan filter yang jelas

Pencegahan teknis, dialog dengan pemegang hak, dan transparansi training data menjadi semakin penting.

Info Pernyataan

Untuk saat ini, informasi penting yang sudah diketahui adalah:

  • CODA merilis pernyataan resmi pada 27 Mei 2026
  • pernyataan ini membahas copyright infringement oleh generative AI services
  • CODA meminta perusahaan AI melakukan investigasi dan pencegahan output yang mirip karya berhak cipta
  • CODA meminta konten anggota tidak digunakan sebagai training material tanpa izin jika output serupa muncul
  • perusahaan AI diminta merespons konsultasi dari rights holders secara serius
  • CODA menilai AI seharusnya menghormati dan mendukung kreativitas manusia
  • isu ini mencakup karya Jepang seperti anime, manga, game, musik, film, broadcast program, dan publishing

Penutup

Pernyataan CODA menunjukkan bahwa perdebatan tentang AI training dan hak cipta anime maupun manga Jepang masih jauh dari selesai. Ketika layanan AI mampu menghasilkan gambar atau video yang sangat mirip dengan karya populer, isu ini tidak hanya menyentuh teknologi, tetapi juga hak kreator dan masa depan industri kreatif.

Bagi pelaku industri, kreator, dan pengguna AI, pesan CODA cukup jelas: AI bisa menjadi alat pendukung kreativitas, tetapi penggunaannya tetap harus menghormati karya original dan izin dari pemegang hak.

Reaksi artikel

Baca Juga