Edge of Memories Tampilkan Gameplay Overview, Action RPG Anime Ini Ungkap Combat Cepat, Nekaroo, dan Sistem Strategi Tim
Edge of Memories kembali memperlihatkan detail baru lewat Gameplay Overview Trailer yang ditayangkan dalam Nacon Connect 2026. Trailer ini memberi gambaran lebih jelas tentang dunia, pertarungan, eksplorasi, dan sistem perkembangan karakter dalam action RPG terbaru dari Midgar Studio dan Nacon tersebut.
Game ini langsung menarik perhatian karena membawa gaya visual anime-inspired action RPG dengan dunia fantasi yang sedang runtuh akibat penyakit mengerikan bernama Corrosion. Penyakit ini mengubah makhluk hidup yang terinfeksi menjadi monster menjijikkan, dan kini mengancam wilayah Avaris, tempat yang sebelumnya masih relatif selamat dari kehancuran.
Pemain akan mengikuti perjalanan Eline, seorang Soul Whisperer muda dari kaum nomaden yang ikut terinfeksi Corrosion, tetapi justru memiliki kemampuan unik untuk menahan dan memanfaatkan kekuatan penyakit tersebut. Bersama dua rekannya, Kanta dan Ysoris, Eline berusaha mencari cara untuk menyelamatkan dunia yang perlahan menuju kehancuran.
Kalau kamu penasaran dengan Edge of Memories, artikel ini bakal bantu kamu:
- memahami konsep cerita dan dunia Avaris
- melihat sistem combat cepat yang ditampilkan di trailer
- mengenal peran Eline, Kanta, dan Ysoris
- mengetahui fitur eksplorasi seperti Nekaroo
- memahami sistem perkembangan karakter, Echo, dan Strategy Set
Ringkasan Cepat
- Game: Edge of Memories
- Developer: Midgar Studio
- Publisher: Nacon
- Genre: action RPG / anime-inspired RPG
- Platform: PC via Steam, PlayStation 5, Xbox Series X|S
- Jadwal rilis: 2026
- Tokoh utama: Eline
- Companion utama: Kanta dan Ysoris
- Dunia utama: Avaris
- Ancaman utama: Corrosion, penyakit yang mengubah makhluk hidup menjadi monster
- Composer: Yasunori Mitsuda dan Cédric Menendez
- Sorotan gameplay: fast-paced combat, perfect dodge, black beast transformation, companion elemental skills, Nekaroo traversal, Echo progression, dan Strategy Set
Gameplay Overview Trailer
Dunia Avaris yang Perlahan Dihancurkan Corrosion
Edge of Memories mengambil latar di wilayah bernama Avaris, sebuah bagian dari planet Heryon yang sebelumnya masih bisa bertahan dari wabah besar bernama Corrosion. Namun ancaman itu akhirnya mencapai Avaris dan mulai mengubah fauna, flora, serta manusia menjadi makhluk mengerikan.
Konsep ini memberi game nuansa fantasi yang gelap, tetapi tetap indah secara visual. Dari trailer, dunia Avaris tidak digambarkan sebagai tanah mati sepenuhnya, melainkan wilayah yang masih punya pemandangan luas, kehidupan alam, dan budaya nomaden yang perlahan dihancurkan oleh penyakit tersebut.
Kontras antara dunia yang indah dan kerusakan akibat Corrosion menjadi salah satu kekuatan visual utama game ini. Pemain tidak hanya menjelajahi dunia yang hancur, tetapi dunia yang masih berusaha bertahan sebelum semuanya benar-benar runtuh.
Eline, Soul Whisperer yang Membawa Kutukan Sekaligus Harapan
Tokoh utama game ini adalah Eline, seorang Soul Whisperer muda dari kaum nomaden. Ia juga terinfeksi Corrosion, tetapi berbeda dari korban lain, Eline memiliki kekuatan khusus yang membuatnya mampu menahan perkembangan penyakit itu dan bahkan memanfaatkannya dalam pertempuran.
Kemampuan ini menjadikan Eline sebagai sosok yang berada di antara dua sisi:
- korban dari Corrosion
- sekaligus kunci untuk melawan Corrosion
Dalam cerita, kekuatan gelap dalam tubuhnya bisa menjadi senjata yang sangat berbahaya. Namun, karena kekuatan itu berasal dari penyakit yang sama yang menghancurkan dunia, perjalanan Eline juga terasa seperti perjuangan pribadi melawan sesuatu yang perlahan menggerogoti dirinya sendiri.
Visual Anime dan Dunia Fantasi


Combat Cepat dengan Light Attack, Heavy Attack, dan Perfect Dodge
Trailer gameplay terbaru memperlihatkan bahwa Edge of Memories memakai sistem pertarungan yang cepat dan penuh aksi. Pemain dapat menggabungkan light attack dan heavy attack untuk membuat berbagai combo, lalu menghindar pada timing yang tepat untuk memicu perfect dodge.
Sistem ini membuat combat terasa lebih aktif dibanding RPG yang hanya mengandalkan menu atau rotasi skill sederhana. Pemain harus membaca serangan musuh, menjaga tempo, lalu memanfaatkan celah untuk membalas dengan combo yang lebih kuat.
Dengan pendekatan seperti ini, Edge of Memories tampaknya ingin memberi rasa action RPG yang responsif, terutama untuk pemain yang suka pertarungan real-time dengan timing, positioning, dan momentum.
Transformasi Black Beast Jadi Senjata Utama Eline
Salah satu fitur combat paling menarik adalah kemampuan Eline untuk menggunakan kekuatan Corrosion dalam tubuhnya. Lewat aksi menyerang dan menghindar, pemain dapat mengisi gauge tertentu, lalu mengubah Eline menjadi sosok black beast yang jauh lebih kuat.
Transformasi ini memberi lapisan risiko dan kekuatan yang menarik. Corrosion adalah kutukan yang mengancam dunia, tetapi di tangan Eline, kekuatan itu bisa dipakai untuk menghancurkan musuh. Secara tema, sistem ini terasa sangat cocok karena gameplay langsung mencerminkan konflik utama ceritanya.
Jika transformasi ini punya timing penggunaan yang tepat, ia bisa menjadi momen klimaks dalam pertarungan: saat pemain menahan tekanan musuh, mengumpulkan kekuatan, lalu melepaskan sisi gelap Eline untuk membalikkan keadaan.
Kanta dan Ysoris Membawa Strategi Tim
Eline tidak bertarung sendirian. Dua companion utama, Kanta dan Ysoris, memiliki peran penting dalam combat maupun eksplorasi.
Dalam battle, keduanya bisa memakai elemental skills untuk membantu mengontrol medan tempur. Mereka dapat:
- menghancurkan pertahanan musuh
- menonaktifkan serangan besar lawan
- melemahkan musuh
- membuka peluang bagi Eline untuk melancarkan serangan kuat
Dengan sistem ini, pertarungan tidak hanya berpusat pada kombo Eline, tetapi juga koordinasi dengan companion. Pemain perlu memahami kapan harus memakai skill Kanta atau Ysoris agar serangan Eline bisa masuk dengan maksimal.
Pendekatan seperti ini membuat combat terasa lebih strategis, karena companion bukan sekadar pemanis atau support pasif, tetapi bagian aktif dari cara pemain mengatur ritme pertarungan.
Strategy Set dan Echo untuk Kustomisasi Gaya Main
Sistem perkembangan karakter juga mulai dijelaskan dalam trailer. Saat Eline dan companion naik level, pemain akan mendapatkan Echo, sumber daya yang dapat digunakan untuk membuka combo, skill, dan ability baru dari ingatan Eline yang terfragmentasi.
Selain itu, pemain dapat membuat hingga tiga Strategy Set. Setiap Strategy Set menggabungkan:
- passive ability milik Eline
- dua elemental skill dari companion
Pemain bisa mengganti Strategy Set sesuai situasi, sehingga gaya bermain dapat disesuaikan dengan jenis musuh atau tantangan yang sedang dihadapi.
Sistem seperti ini menarik karena tidak hanya memberi progres linear. Pemain bisa menyiapkan beberapa pendekatan berbeda, lalu berganti strategi di tengah perjalanan. Untuk action RPG, fleksibilitas seperti ini sangat penting agar combat tidak cepat terasa monoton.
Eksplorasi Dunia dengan Nekaroo

Eksplorasi juga menjadi bagian penting dalam Edge of Memories. Pemain dapat menjelajahi area luas dengan bantuan makhluk kucing raksasa bernama Nekaroo. Makhluk ini bisa digunakan untuk bergerak cepat di medan terbuka, memanjat dinding, dan mencapai platform yang jauh.
Kehadiran Nekaroo memberi game rasa petualangan yang lebih kuat. Ia bukan hanya kendaraan biasa, tetapi bagian dari cara pemain berinteraksi dengan dunia. Dalam action RPG berskala luas, traversal yang nyaman sangat penting, dan Nekaroo tampaknya disiapkan sebagai solusi agar eksplorasi Avaris terasa lebih lincah.
Selain Nekaroo, companion juga punya peran eksplorasi. Kanta bisa membakar rintangan, sementara Ysoris dapat melakukan hacking terhadap teknologi kuno untuk memecahkan puzzle dan membuka area tersembunyi.
Musik Ditangani Yasunori Mitsuda dan Cédric Menendez
Dari sisi musik, Edge of Memories kembali melibatkan Yasunori Mitsuda, komposer legendaris yang sebelumnya juga terlibat dalam Edge of Eternity. Ia mengerjakan musik bersama Cédric Menendez, memperkuat identitas emosional game ini sebagai RPG fantasi yang ingin terasa megah dan menyentuh.
Kehadiran Mitsuda menjadi nilai jual besar, terutama bagi penggemar RPG yang sangat memperhatikan soundtrack. Musik dalam game seperti ini bisa sangat menentukan atmosfer, terutama ketika dunia yang dijelajahi penuh dengan kehancuran, harapan, dan konflik batin karakter utama.
Kalau soundtrack-nya berhasil menyatu dengan visual anime dan kisah Eline, Edge of Memories bisa punya identitas audio yang kuat.
Kenapa Edge of Memories Menarik?
Ada beberapa alasan kenapa Edge of Memories layak dipantau.
1) Visual anime dengan dunia fantasi gelap
Avaris terlihat indah, tetapi juga perlahan rusak akibat Corrosion, menciptakan kontras visual yang kuat.
2) Combat cepat dan responsif
Light attack, heavy attack, perfect dodge, dan transformasi black beast memberi pertarungan yang terlihat aktif.
3) Companion punya peran nyata
Kanta dan Ysoris tidak hanya ikut cerita, tetapi juga membantu combat dan eksplorasi.
4) Strategy Set memberi fleksibilitas
Pemain bisa menyiapkan beberapa kombinasi skill dan passive ability untuk menyesuaikan situasi.
5) Nekaroo membuat eksplorasi lebih hidup
Tunggangan kucing raksasa ini bisa menjadi salah satu elemen traversal paling ikonik dalam game.
6) Musiknya punya nama besar
Yasunori Mitsuda dan Cédric Menendez memberi ekspektasi tinggi untuk kualitas soundtrack.
Info Rilis
Untuk saat ini, informasi penting yang sudah diketahui adalah:
- Edge of Memories dijadwalkan rilis pada 2026
- platform rilisnya adalah PC via Steam, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S
- game akan mendukung tampilan bahasa Jepang
- versi Steam mencantumkan dukungan beberapa bahasa, termasuk English, French, German, Spanish, Japanese, Korean, Russian, Simplified Chinese, dan lainnya
- game dikembangkan oleh Midgar Studio
- penerbitnya adalah Nacon
Detail seperti tanggal rilis pasti, harga, edisi khusus, dan spesifikasi PC final masih perlu menunggu pengumuman berikutnya.
Penutup
Edge of Memories terlihat seperti action RPG yang ingin menggabungkan visual anime, combat cepat, eksplorasi luas, dan cerita fantasi gelap tentang dunia yang perlahan hancur. Trailer gameplay terbarunya berhasil memberi gambaran lebih jelas bahwa game ini tidak hanya menjual tampilan, tetapi juga punya sistem pertarungan dan eksplorasi yang cukup padat.
Dengan Eline sebagai protagonis yang membawa Corrosion dalam tubuhnya, companion yang punya peran aktif, Nekaroo sebagai tunggangan eksplorasi, serta musik dari Yasunori Mitsuda dan Cédric Menendez, Edge of Memories punya banyak elemen yang bisa membuatnya menonjol saat rilis pada 2026 nanti.