Schrödinger's Call Rilis 28 Mei, Novel Adventure Ini Ajak Pemain Menjadi Lawan Bicara Terakhir Dunia
Schrödinger's Call siap rilis untuk Nintendo Switch dan Steam pada 28 Mei 2026. Game novel adventure dari Acrobatic Chirimenjako dan Shueisha Games ini membawa premis yang lembut tetapi menyayat: dunia akan berakhir dalam 21 nanodetik, dan pemain menjadi sosok yang mendengarkan suara para jiwa yang masih menyimpan penyesalan.
Pemain mengikuti Mary, gadis tanpa ingatan yang terbangun di sebuah ruangan misterius bersama telepon tua dan kucing bernama Hamlet. Dari sana, Mary diminta menjadi “world’s last confidant”, lawan bicara terakhir bagi jiwa-jiwa yang terjebak di antara hidup dan mati.
Dengan gaya visual seperti buku cerita, tema hubungan manusia, dan dialog yang berfokus pada kata-kata yang belum sempat disampaikan, Schrödinger's Call terlihat sebagai game yang lebih mengutamakan emosi daripada aksi.
Ringkasan Cepat
- Game: Schrödinger's Call
- Developer: Acrobatic Chirimenjako
- Publisher: Shueisha Games
- Genre: novel adventure, visual novel, story-rich adventure
- Platform: Nintendo Switch dan PC via Steam
- Tanggal rilis: 28 Mei 2026
- Harga: 2.480 yen
- Karakter utama: Mary
- Karakter pendamping: Hamlet
- Premis utama: menjadi lawan bicara terakhir bagi jiwa yang belum selesai
- Demo: Episode 1 Demo tersedia di Steam
- Bahasa: Japanese, English, Simplified Chinese, Traditional Chinese
- Fitur Steam: Single-player, Steam Achievements, Steam Cloud, Family Sharing
Trailer dan Halaman Steam Resmi
Mary, Hamlet, dan Telepon Menuju Jiwa yang Tersesat
Cerita Schrödinger's Call dimulai ketika Mary terbangun tanpa ingatan di ruangan asing. Di sana, ia bertemu Hamlet, seekor kucing yang bisa berbicara dan membimbingnya untuk mengangkat telepon misterius.
Telepon tersebut menghubungkan Mary dengan orang-orang yang masih menyimpan penyesalan terakhir. Mereka bukan sekadar arwah menyeramkan, tetapi jiwa yang belum sempat menyampaikan sesuatu kepada orang penting dalam hidup mereka.
Dari konsep ini, game membangun cerita tentang hubungan yang belum selesai. Setiap panggilan menjadi ruang bagi Mary untuk mendengar, memahami, dan mencari kata-kata yang tepat agar seseorang bisa sedikit lebih tenang sebelum dunia benar-benar berakhir.
Screenshot Cerita Schrödinger's Call
Pilihan yang Mengajak Pemain Melihat Diri Sendiri
Schrödinger's Call tidak hanya meminta pemain membaca cerita. Dalam beberapa momen, Mary harus memilih jawaban yang mencerminkan keyakinan atau cara pandangnya terhadap hidup.
Pilihan tersebut tidak terasa seperti sekadar cabang rute biasa. Fungsinya lebih dekat ke refleksi, karena pertanyaan yang muncul sering berkaitan dengan hubungan manusia, rasa bersalah, dan keinginan untuk tetap terhubung dengan orang lain.
Hal ini membuat game terasa personal. Pemain tidak hanya mengikuti Mary menyelamatkan jiwa lain, tetapi juga diajak bertanya: jika dunia benar-benar akan berakhir, siapa orang terakhir yang ingin kita hubungi?
Catatan Mary Membuka Kembali Ingatan Orang Lain
Dalam perjalanan, Mary mencatat informasi penting dari setiap panggilan ke dalam buku catatan. Catatan ini menjadi alat untuk mengingat kembali detail masa lalu, hubungan, dan petunjuk yang membantu memahami penyesalan lawan bicara.
Sistem ini memberi rasa investigasi ringan. Pemain perlu memperhatikan percakapan, membaca ulang petunjuk, dan memilih topik yang tepat agar memori lawan bicara perlahan terbuka.
Dengan pendekatan seperti ini, Schrödinger's Call tidak terasa seperti visual novel pasif. Game ini tetap memberi ruang untuk terlibat dalam proses memahami hati seseorang.
Kenapa Schrödinger's Call Menarik?
Ada beberapa alasan kenapa game ini layak dipantau oleh penggemar novel adventure.
1) Premisnya sederhana tapi emosional
Menjadi lawan bicara terakhir sebelum dunia berakhir adalah ide yang langsung kuat secara drama.
2) Visualnya seperti buku cerita
Gaya visual lembut membuat tema kematian dan penyesalan terasa lebih hangat, bukan sekadar muram.
3) Dialog menjadi pusat gameplay
Game ini menaruh kekuatan utama pada percakapan, catatan, dan pemilihan kata.
4) Cocok untuk pemain yang suka cerita reflektif
Tema hubungan manusia, kehilangan, dan kata-kata yang belum sempat diucapkan terasa cukup dekat dengan kehidupan nyata.
5) Demo sudah tersedia
Pemain bisa mencoba Episode 1 Demo di Steam sebelum membeli versi penuh.
Info Rilis
Untuk saat ini, informasi penting yang sudah diketahui adalah:
- Schrödinger's Call rilis pada 28 Mei 2026
- game tersedia untuk Nintendo Switch dan PC via Steam
- developer game ini adalah Acrobatic Chirimenjako
- publisher game ini adalah Shueisha Games
- harga yang diumumkan adalah 2.480 yen
- demo Episode 1 tersedia di Steam
- game mendukung bahasa Japanese, English, Simplified Chinese, dan Traditional Chinese
- pemain berperan sebagai Mary, gadis tanpa ingatan yang menjadi lawan bicara terakhir para jiwa
- cerita berfokus pada telepon, penyesalan, ingatan, dan hubungan manusia
Penutup
Schrödinger's Call terlihat sebagai novel adventure yang kuat dari sisi emosi. Dengan premis dunia yang akan berakhir dalam 21 nanodetik, telepon tua yang menghubungkan jiwa, serta Mary yang harus mendengarkan penyesalan orang lain, game ini menawarkan pengalaman yang lembut tetapi berat secara rasa.
Bagi pemain yang menyukai visual novel emosional, cerita reflektif, dan game yang membuat kita memikirkan kembali hubungan dengan orang terdekat, Schrödinger's Call layak masuk daftar main saat rilis di Switch dan Steam.