Stupid Never Dies Fall 2026, RPG Zombie Dev Capcom Bukan Soulslike dan Penuh Aksi Funky
Stupid Never Dies kembali mencuri perhatian setelah para veteran Resident Evil dan Devil May Cry di balik game ini menegaskan bahwa proyek tersebut bukan soulslike.
Dalam wawancara terbaru, producer Hiroyuki Kobayashi menyebut bahwa sejak awal ia sudah meminta tim agar Stupid Never Dies tidak dibuat sebagai game bergaya soulslike. Arahnya lebih condong ke fast-paced action RPG dengan growth cepat, dungeon run berbatas waktu, dan sistem transformasi monster yang membuat setiap run terasa tidak sepenuhnya bisa ditebak.
Game ini dikembangkan oleh GPTRACK50, studio yang dipimpin oleh Kobayashi, sosok yang pernah terlibat dalam banyak seri besar Capcom seperti Resident Evil, Devil May Cry, Dino Crisis, Dragon’s Dogma, dan Sengoku BASARA.
Ringkasan Cepat
- Game: Stupid Never Dies
- Developer: GPTRACK50 Inc.
- Publisher: GPTRACK50 Inc.
- Genre: Blazing Fast Growth 3D Action RPG
- Platform: PlayStation 5 dan PC via Steam
- Jadwal rilis: Fall 2026
- Mode: single-player
- Tokoh utama: Davy
- Heroine: Julia
- Producer: Hiroyuki Kobayashi
- Director: Eiichiro Sasaki
- Premis utama: zombie lemah masuk dungeon demi menghidupkan manusia beku yang ia cintai
- Sistem utama: Style Eat, Body Hack / Overtech, dan Davy Burst
- Durasi rata-rata: sekitar 20–30 jam untuk mencapai ending
- Catatan penting: developer menegaskan game ini tidak diarahkan sebagai soulslike
Trailer dan Halaman Steam Resmi
Cuplikan Gameplay
Bukan Soulslike, Tapi Action RPG dengan Growth Cepat
Poin paling menarik dari wawancara terbaru Stupid Never Dies adalah penegasan bahwa game ini tidak dibuat sebagai soulslike. Kobayashi menyebut game ini tetap akan memberi tantangan, tetapi bukan tipe aksi yang sengaja dibuat sangat menghukum pemain.
Director Eiichiro Sasaki menjelaskan bahwa game ini mencampur progression yang bisa dikontrol pemain dan progression yang tidak selalu bisa dikontrol. Beberapa hal akan reset setelah dungeon selesai atau ketika pemain mati, tetapi ada juga kemampuan dan upgrade yang tetap terkumpul.
Dengan pendekatan seperti itu, Stupid Never Dies lebih cocok dibaca sebagai action RPG dengan elemen run-based dan growth cepat. Pemain tidak hanya menang karena grinding level, tetapi juga tidak sepenuhnya bergantung pada refleks murni.
Davy, Zombie Lemah yang Nekat Masuk Dungeon
Cerita Stupid Never Dies mengikuti Davy, zombie lemah yang hidup di posisi terbawah masyarakat monster. Dunia game ini berada setelah Great War, ketika manusia hampir punah dan monster menguasai kehidupan sehari-hari.
Suatu hari, Davy menemukan Julia, seorang manusia yang mati membeku di dalam freezer. Davy langsung jatuh cinta dan memutuskan untuk menghidupkannya kembali, lalu mengajaknya berkencan.
Premisnya terdengar konyol, tetapi justru di situlah daya tarik Stupid Never Dies. Game ini tidak mencoba menjadi dark fantasy serius. Ia memakai zombie, dungeon, monster, cinta absurd, dan pop-punk visual untuk menciptakan action RPG yang terasa liar.
Style Eat Jadi Sistem Transformasi Utama
Sistem inti Stupid Never Dies adalah Style Eat. Davy bisa memakan core dari musuh yang dikalahkan untuk mencuri kemampuan mereka dan berubah ke style monster tertentu.
Selain Zombie Style, game ini menyiapkan 10 style monster lain. Steam menyebut beberapa tipe monster seperti werewolf, vampire, harpy, lizardman, dan berbagai monster klasik lain yang sudah diperkuat dengan Overtech.
Pemain bisa membawa dua style sekaligus dan menggantinya secara real-time. Karena musuh yang muncul tidak selalu sesuai keinginan pemain, tantangannya bukan hanya menghafal build terbaik, tetapi memanfaatkan style dan skill yang tersedia saat itu.
Body Hack dan Davy Burst Bikin Build Makin Gila
Selain Style Eat, Davy juga bisa diperkuat lewat Body Hack atau Overtech. Sistem ini memungkinkan pemain memasang senjata, implant, dan gear aneh ke bagian tubuh Davy seperti tangan, kaki, dan kepala.
Upgrade ini tetap berguna terlepas dari style monster yang sedang dipakai. Jadi meski style berubah, pemain masih punya fondasi build dari persiapan sebelum masuk dungeon.
Ada juga Davy Burst, mekanik burst yang terisi saat pemain menyerang musuh. Ketika aktif, Davy mendapat peningkatan besar pada stat dan level. Dalam preview Famitsu, Davy Burst juga digambarkan punya presentasi visual yang heboh, lengkap dengan nuansa musik dan efek yang makin menegaskan gaya pop-punk game ini.
Dungeon Run Berbatas Waktu
Stupid Never Dies memakai struktur dungeon dengan batas waktu. Tujuannya sederhana: masuk dungeon, berkembang secepat mungkin, lalu mengalahkan boss di bagian terdalam.
Namun, keputusan pemain selama run menjadi penting. Pemain bisa memilih bergerak cepat ke lapisan dungeon yang lebih sulit, atau mengambil waktu untuk bertumbuh lebih aman sebelum menghadapi ancaman yang lebih berat.
Sasaki dan Kobayashi ingin menghadirkan rasa growth yang sangat cepat. Famitsu menggambarkan bahwa progression di game ini bisa membuat pemain merasakan naik level secara ekstrem dalam waktu singkat, bukan grinding panjang seperti action RPG biasa.
Veteran Capcom di Balik GPTRACK50
Stupid Never Dies menjadi debut besar untuk GPTRACK50, studio baru yang dipimpin oleh Hiroyuki Kobayashi. Nama Kobayashi penting karena ia pernah menjadi producer untuk banyak judul Capcom populer.
Director Eiichiro Sasaki juga punya latar kuat dari seri Resident Evil, termasuk dikenal sebagai director Resident Evil 6. Kombinasi pengalaman action, horror, dan game bergaya karakter membuat Stupid Never Dies terasa punya DNA yang menarik.
Meski begitu, game ini tidak terlihat seperti tiruan langsung Resident Evil atau Devil May Cry. GPTRACK50 tampaknya ingin membuat IP baru dengan identitas sendiri: zombie action RPG yang cepat, absurd, penuh warna, dan tidak takut terlihat bodoh dalam cara yang menyenangkan.
Kenapa Stupid Never Dies Menarik?
Ada beberapa alasan kenapa Stupid Never Dies layak dipantau.
1) Developer tegas tidak membuat soulslike
Ini penting karena game action modern sering dibandingkan dengan soulslike. Stupid Never Dies memilih jalur lain: cepat, aneh, dan berbasis growth.
2) Style Eat memberi banyak variasi combat
Davy bisa mencuri kemampuan musuh dan memakai style monster berbeda, membuat gameplay tidak terpaku pada satu gaya bertarung.
3) Body Hack membuka eksperimen build
Pemain bisa memasang Overtech dan implant ke tubuh Davy untuk menyesuaikan strategi sebelum masuk dungeon.
4) Premisnya unik dan mudah diingat
Zombie lemah yang ingin menghidupkan gadis beku demi bisa mengajaknya kencan adalah hook yang langsung nempel.
5) Timnya punya pengalaman besar
Nama-nama di balik GPTRACK50 pernah terlibat dalam Resident Evil, Devil May Cry, Dragon’s Dogma, dan beberapa seri aksi besar lain.
Info Game
Untuk saat ini, informasi penting yang diketahui adalah:
- Stupid Never Dies dikembangkan dan diterbitkan oleh GPTRACK50 Inc.
- game dijadwalkan rilis pada Fall 2026
- platform yang diumumkan adalah PS5 dan PC via Steam
- game ini adalah single-player 3D action RPG
- Steam menyebut game ini sebagai action, adventure, dan RPG
- cerita mengikuti Davy, zombie lemah yang ingin menghidupkan Julia
- gameplay berpusat pada dungeon run, growth cepat, dan action combat
- Style Eat memungkinkan Davy mencuri kemampuan musuh
- total ada 11 style, termasuk style zombie milik Davy
- Body Hack / Overtech memungkinkan pemain memasang gear dan implant ke tubuh Davy
- Davy Burst memberi peningkatan besar setelah gauge terisi
- developer menegaskan game ini bukan soulslike
- durasi rata-rata untuk mencapai ending disebut sekitar 20–30 jam
- pengembangan game disebut sudah sekitar 90% selesai dalam laporan terbaru
Penutup
Stupid Never Dies terlihat seperti action RPG yang sengaja mengambil arah berbeda dari tren soulslike. Game ini tetap menantang, tetapi fokusnya bukan pada hukuman brutal, melainkan growth cepat, keputusan build, style monster, dan momentum aksi yang terus bergerak.
Dengan premis zombie jatuh cinta, visual pop-punk, sistem Style Eat, Body Hack, dan Davy Burst, game ini punya identitas yang cukup kuat. Bagi pemain yang ingin action RPG cepat dari veteran Resident Evil, Devil May Cry, dan Dragon’s Dogma, Stupid Never Dies layak masuk wishlist menjelang rilis Fall 2026.
- AUTOMATON WEST — Resident Evil and Devil May Cry veterans say they explicitly told their team not to make Stupid Never Dies a soulslike
- Famitsu — Stupid Never Dies interview and play report
- Steam — Stupid Never Dies Official Steam Page
- GPTRACK50 — Revealing Stupid Never Dies
- GamesPress — Stupid Never Dies Launches Fall 2026, Reveals New Trailer
- YouTube — Stupid Never Dies Second Trailer
- YouTube — Stupid Never Dies Second Trailer PS5 Games