Kamikakare Killer Tune Volume 2 Rilis 10 Juli, Koino Jadi Fokus Konflik Audisi
Kamikakare, Killer Tune atau 神懸かれ、キラーチューン。 resmi menyiapkan volume 2 pada 10 Juli 2026. Light novel musik karya Misaki Saginomiya dengan ilustrasi Miwano Rag ini kembali hadir lewat Dengeki Bunko dengan konflik audisi yang makin tajam.
Volume kedua membawa fokus baru pada Koino, penyelenggara audisi yang mulai ikut masuk ke tahap penilaian. Setelah fourth screening yang membuat para peserta harus menjatuhkan rekan sendiri, audisi kini menyisakan fifth screening dan final screening.
Buat pembaca yang suka drama kreatif, battle audition, dan cerita musik yang tidak cuma jual vibe band cute, seri ini punya hook kuat. Premisnya bukan sekadar “gadis ingin jadi musisi”, tetapi tentang 100 gitaris perempuan yang berebut satu kursi sebagai dedicated guitarist untuk unit musik populer FUKASHIGI.
Ringkasan Cepat
- Judul light novel: Kamikakare, Killer Tune
- Judul Jepang: 神懸かれ、キラーチューン。
- Volume terbaru: Volume 2
- Author: Misaki Saginomiya / 岬鷺宮
- Illustrator: Miwano Rag / 美和野らぐ
- Label: Dengeki Bunko
- Publisher: KADOKAWA
- Tanggal rilis volume 2: 10 Juli 2026
- Format: Bunko
- Jumlah halaman: 312 halaman
- Harga Jepang: 924 yen
- ISBN: 9784049521245
- Tokoh penting: Nodoka Mizumaki, Koino
- Unit musik dalam cerita: FUKASHIGI
- Update terbaru: cover volume 2 dan sinopsis resmi dirilis
Post Resmi dan Cover Volume 2

Audisi FUKASHIGI Masuk Tahap Lebih Kejam
Premis utama Kamikakare, Killer Tune berpusat pada unit musik populer FUKASHIGI yang membuka audisi untuk mencari dedicated guitarist. Audisi ini tidak main-main karena mempertemukan 100 gitaris perempuan dengan bakat berbeda.
Ada peserta dengan teknik permainan luar biasa, ada yang punya sense komposisi tajam, dan ada juga yang sudah lebih dulu berdiri di chart musik. Di tengah nama-nama kuat itu, hadir Nodoka Mizumaki, gadis yang bahkan belum bisa memainkan basic F chord dengan benar.
Namun, Nodoka punya sesuatu yang tidak bisa dijelaskan hanya lewat kata “jago”. Seri ini bermain di area yang menarik untuk cerita musik: apakah nilai seorang musisi cuma ditentukan oleh skill teknis, atau ada bentuk bakat lain yang lebih mentah, berbahaya, dan sulit diukur?
Koino Mulai Dibuka di Volume 2
Volume 2 membawa angle yang lebih tajam lewat karakter Koino. Dengeki Bunko menulis bahwa isi hati Koino sebagai penyelenggara audisi mulai terungkap di volume ini.
Dari sinopsis resmi, para peserta sudah melewati fourth screening yang membuat mereka harus menjatuhkan rekan sendiri. Setelah itu, hanya tersisa fifth screening dan final screening. Di tahap inilah Koino ikut masuk ke dalam penilaian dan berjalan bersama peserta dalam rangkaian national tour.
Bagian ini membuat konflik volume 2 terasa lebih personal. Audisi tidak lagi hanya soal siapa yang paling hebat memainkan gitar, tetapi juga soal siapa yang mampu bertahan saat hubungan antar peserta mulai retak, rasa bersalah menumpuk, dan juri punya emosi pribadi yang belum selesai.
Musik, Ego, dan Satu Kursi yang Diperebutkan
Kalau dilihat dari setup-nya, Kamikakare, Killer Tune punya rasa seperti survival audition versi light novel musik. Bukan survival dalam arti battle fisik, tetapi survival kreatif: siapa yang layak berdiri di panggung, siapa yang punya “suara” sendiri, dan siapa yang hanya terlihat kuat karena teknik.
Ini yang membuat premisnya cukup menggigit. Dalam musik, skill memang penting, tetapi tidak semua penampilan yang benar secara teknis bisa menggerakkan orang. Volume 1 sudah menaruh Nodoka sebagai karakter yang terlihat paling tidak siap secara skill, tetapi justru menyimpan potensi yang tidak bisa dibaca dengan ukuran biasa.
Volume 2 tampaknya akan menekan bagian itu lebih jauh. Ketika peserta tidak diberi kesempatan rehearsal sampai akhir dan bahkan diberi ancaman bahwa semuanya bisa gagal, audisi ini berubah menjadi ujian mental, bukan cuma ujian musik.
Kenapa Ini Menarik?
Ada beberapa alasan kenapa Kamikakare, Killer Tune Volume 2 layak dipantau.
1) Premis audisi musiknya punya tekanan nyata
FUKASHIGI tidak mencari anggota biasa. Mereka mencari satu gitaris khusus dari 100 peserta berbakat, jadi setiap tahap audisi terasa seperti eliminasi kreatif.
2) Nodoka bukan protagonis jenius standar
Nodoka tidak diposisikan sebagai gitaris super dari awal. Justru karena basic F chord saja menjadi masalah, perkembangan karakternya terasa lebih menarik untuk diikuti.
3) Koino mulai jadi pusat konflik
Volume 2 membuka sisi emosional Koino sebagai penyelenggara audisi. Ini bisa mengubah cara pembaca melihat proses seleksi FUKASHIGI.
4) Drama musiknya tidak terasa ringan
Dengan tema menjatuhkan teman, national tour, dan satu kursi yang diperebutkan, seri ini punya aroma drama kompetisi yang lebih pahit.
5) Duet author dan illustrator cukup kuat
Misaki Saginomiya dikenal lewat drama remaja emosional, sementara Miwano Rag membawa visual karakter yang mencolok dan mudah jadi perhatian di rak light novel.
Info Light Novel
Untuk saat ini, informasi penting yang diketahui adalah:
- 神懸かれ、キラーチューン。2 rilis di Jepang pada 10 Juli 2026
- volume 2 diterbitkan oleh KADOKAWA lewat label Dengeki Bunko
- cerita ditulis oleh Misaki Saginomiya
- ilustrasi digarap oleh Miwano Rag
- volume 2 berjumlah 312 halaman
- harga resmi Jepang adalah 924 yen
- ISBN volume 2 adalah 9784049521245
- cerita berpusat pada audisi gitaris eksklusif untuk unit musik FUKASHIGI
- volume 2 menyorot isi hati Koino sebagai penyelenggara audisi
- Nodoka Mizumaki tetap menjadi karakter penting dalam konflik audisi
- tahap audisi yang tersisa adalah fifth screening dan final screening
Penutup
Kamikakare, Killer Tune Volume 2 terlihat siap membawa konflik audisi FUKASHIGI ke fase yang lebih panas. Setelah volume pertama membangun premis 100 gitaris perempuan yang berebut satu kursi, volume kedua mulai menekan sisi emosional lewat Koino, Nodoka, dan tahap seleksi yang makin tidak ramah.
Buat pembaca light novel yang suka drama musik, kompetisi kreatif, dan karakter yang harus membuktikan bakat di luar ukuran “jago secara teknis”, seri ini layak masuk radar. Volume 2 rilis pada 10 Juli 2026 di Jepang lewat Dengeki Bunko.