PANDORA Daftarkan “XTuber” sebagai Genre Baru VTuber: Format Hybrid Virtual dan Dunia Nyata Ini Langsung Picu Perdebatan
Dunia VTuber Jepang kembali ramai setelah agensi PANDORA mengumumkan pendaftaran merek dagang “XTuber”, sebuah istilah baru yang disebut sebagai format “next-generation VTuber.” Dari pengumuman yang beredar, istilah ini dibaca sebagai “Cross-Tuber” dan merujuk pada kreator yang aktif baik melalui persona virtual maupun lewat penampilan di dunia nyata.
Langkah ini langsung menarik perhatian karena konsep yang ditawarkan terdengar seperti evolusi dari format VTuber tradisional. Jika VTuber selama ini identik dengan avatar virtual dan pemisahan yang jelas antara karakter dengan sosok aslinya, XTuber justru bergerak ke arah sebaliknya: mempertahankan kebebasan budaya VTuber, tapi membuka ruang bagi kreator untuk juga aktif secara langsung di dunia nyata.
Di sisi lain, pengumuman ini juga memicu kritik dan kebingungan dari komunitas. Bukan hanya karena istilahnya terdengar kontroversial dan mudah mengundang salah paham, tetapi juga karena banyak orang mempertanyakan apakah konsep seperti ini benar-benar baru, dan apakah pendaftaran merek dagang untuk istilah tersebut akan membawa masalah lain di masa depan.
Kalau kamu mengikuti perkembangan budaya VTuber dan kreator virtual Jepang, artikel ini bakal bantu kamu:
- ngerti apa itu XTuber dan kenapa istilah ini langsung ramai dibahas
- memahami konsep hybrid yang ingin dibawa PANDORA
- melihat kenapa komunitas meresponsnya dengan campuran rasa penasaran dan kritik
- tahu bagaimana Project YOHANE menjadi langkah awal untuk membentuk generasi XTuber pertama
Ringkasan Cepat
- Istilah baru: XTuber
- Pembacaan: “Cross-Tuber”
- Penggagas: agensi VTuber Jepang PANDORA
- Tanggal pengumuman yang ramai dibahas: 16 Maret 2026
- Konsep utama: kreator yang aktif sebagai avatar virtual sekaligus hadir di dunia nyata
- Tujuan PANDORA: menghadirkan format “evolusi berikutnya” dari budaya VTuber
- Program pendukung: Project YOHANE untuk menjaring calon XTuber baru
- Respon komunitas: campuran rasa penasaran, kritik, dan perdebatan tentang istilah serta arah konsepnya
Apa Itu XTuber?
XTuber adalah istilah yang diumumkan PANDORA untuk menggambarkan kreator yang bergerak di dua ruang sekaligus:
- ruang virtual, lewat persona atau avatar seperti VTuber pada umumnya
- ruang nyata, lewat aktivitas dunia nyata atau penampilan langsung sebagai sosok aslinya
Dengan kata lain, XTuber mencoba menghapus batas tegas antara “karakter virtual” dan “orang di balik avatar.” Kalau selama ini banyak penggemar VTuber memegang gagasan bahwa identitas asli kreator sebaiknya tetap berada di balik layar, XTuber justru muncul sebagai model yang lebih terbuka dan fleksibel.
Konsep ini diposisikan PANDORA sebagai langkah evolusi berikutnya di pasar VTuber yang dianggap sudah semakin matang. Dari sudut pandang bisnis dan tren kreator, idenya cukup mudah dipahami: ada keinginan untuk menghadirkan format yang tetap memanfaatkan daya tarik avatar virtual, tetapi juga tidak sepenuhnya menolak potensi interaksi dunia nyata.
Namun justru karena bergerak di area sensitif itulah, XTuber langsung mengundang perdebatan.
Kenapa XTuber Langsung Jadi Sorotan?
Ada beberapa alasan kenapa istilah ini langsung ramai dibicarakan.
1) Konsepnya menyentuh fondasi budaya VTuber
Budaya VTuber sejak awal punya identitas yang cukup kuat: persona virtual bukan sekadar topeng, tetapi menjadi ruang ekspresi tersendiri. Banyak penggemar merasa bagian dari pesona VTuber justru datang dari jarak yang tercipta antara avatar dan identitas nyata.
Ketika XTuber diperkenalkan sebagai format yang lebih terbuka ke dunia nyata, sebagian orang melihatnya sebagai inovasi. Tapi sebagian lain merasa konsep itu justru menggeser salah satu nilai khas budaya VTuber.
2) Istilahnya langsung memancing reaksi
Nama “XTuber” terdengar asing, dan bagi sebagian orang justru terlalu dekat dengan asosiasi kata lain di internet. Karena itu, bahkan sebelum konsepnya dibahas lebih dalam, nama tersebut sudah memancing candaan, kebingungan, dan kritik.
3) Banyak yang menganggap konsepnya bukan sesuatu yang benar-benar baru
Salah satu kritik terbesar dari komunitas adalah bahwa model kreator hybrid seperti ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Ada banyak kreator yang aktif sebagai VTuber sekaligus punya kehadiran di dunia nyata, hanya saja mereka tidak selalu menamainya dengan label baru. Dari sudut pandang ini, yang dipersoalkan bukan cuma konsepnya, tetapi klaim bahwa XTuber adalah sesuatu yang benar-benar “baru.”
Visual / Konsep XTuber


PANDORA dan Ambisi Membentuk “Generasi Baru” Kreator Virtual
Dari penjelasan yang beredar, PANDORA tidak hanya berhenti di pendaftaran istilah. Mereka juga sudah menyiapkan langkah konkret untuk membangun kategori ini lewat sebuah program bernama Project YOHANE.
Project YOHANE ditujukan sebagai jalur audisi untuk menemukan talenta baru yang bisa berkembang menjadi XTuber. Menariknya, program ini disebut terbuka untuk pemula, termasuk orang-orang yang mungkin belum punya pengalaman, perlengkapan, atau lingkungan kerja yang selama ini biasanya dibutuhkan untuk masuk ke industri VTuber.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa PANDORA tidak ingin XTuber sekadar menjadi slogan pemasaran. Mereka tampaknya ingin membangun ekosistem nyata yang mendukung terbentuknya identitas tersebut dari nol—mulai dari rekrutmen, pembinaan, hingga kemungkinan promosi.
Dari sisi strategi, ini cukup masuk akal. Kalau perusahaan memang ingin sebuah istilah baru diterima publik, maka istilah itu harus segera diberi wajah, contoh, dan figur nyata yang mewakilinya. Project YOHANE tampaknya disiapkan untuk peran itu.
Project YOHANE: Langkah Nyata Menuju XTuber
Project YOHANE menjadi bagian penting dari keseluruhan rencana ini. Program tersebut diposisikan sebagai inisiatif audisi yang membuka jalan bagi calon XTuber baru, bahkan bagi orang yang belum punya modal teknis atau pengalaman industri yang kuat.
Menariknya, meskipun konsep XTuber melibatkan aktivitas di dunia nyata dan virtual, laporan yang beredar menyebut bahwa peserta tidak wajib menunjukkan wajah asli pada tahap seleksi awal. Ini menunjukkan bahwa PANDORA tampaknya sadar bahwa transisi ke model hybrid seperti ini tetap perlu dilakukan secara hati-hati.
Artinya, XTuber tidak serta-merta dihadirkan sebagai kebalikan total dari VTuber tradisional. Ada indikasi bahwa model ini tetap mencoba memberi ruang aman dan fleksibilitas bagi calon kreator, setidaknya pada tahap awal proses masuk.
Kenapa Komunitas Bereaksi Campur Aduk?
Respon terhadap XTuber bisa dibilang terbelah.
Pihak yang tertarik
Sebagian orang melihat XTuber sebagai peluang baru. Mereka menganggap konsep ini bisa:
- memperluas cara kreator mengekspresikan diri
- membuka lebih banyak model bisnis dan kolaborasi
- membuat industri VTuber lebih fleksibel mengikuti perubahan zaman
Bagi pihak ini, XTuber bisa dibaca sebagai eksperimen yang wajar dalam industri yang terus berkembang.
Pihak yang kritis
Di sisi lain, banyak pula yang merasa istilah ini bermasalah. Kritik yang paling umum datang dari beberapa arah:
- istilahnya terdengar aneh atau mudah diasosiasikan secara negatif
- konsepnya dinilai tidak benar-benar baru
- pendaftaran merek dagang dianggap terlalu agresif untuk sesuatu yang sudah lebih dulu eksis dalam bentuk tidak resmi
- ada kekhawatiran bahwa istilah ini akan membingungkan batas antara budaya VTuber dan model streamer biasa yang memakai avatar
Reaksi seperti ini wajar, karena dunia VTuber memang bukan sekadar soal teknologi avatar, tetapi juga tentang identitas budaya, jarak, dan ekspektasi penggemar terhadap hubungan antara karakter dan kreator.
Masalah Istilah “Tuber” dan Potensi Kontroversi Lanjutan
Salah satu poin yang ikut ramai dibahas adalah penggunaan kata “Tuber” dalam istilah XTuber. Banyak pengguna mengaitkannya dengan pedoman branding YouTube, yang secara resmi melarang penggunaan kata “YouTuber” maupun “Tuber” dalam nama resmi program, buku, serial, dan produk sejenis.
Kalau isu ini berkembang, maka perdebatan soal XTuber tidak hanya berhenti di ranah komunitas VTuber, tetapi juga bisa merambah ke persoalan branding dan hak penggunaan istilah di ekosistem digital yang lebih luas.
Karena itu, kritik terhadap XTuber bukan cuma datang dari soal nama yang terdengar janggal, tetapi juga dari kekhawatiran bahwa istilah tersebut berpotensi menimbulkan masalah hukum atau branding di kemudian hari.
XTuber dan Arah Masa Depan Industri VTuber
Terlepas dari setuju atau tidak, kemunculan XTuber tetap menarik karena ia memperlihatkan satu hal: industri VTuber sedang berada di fase di mana banyak pihak mencoba mencari bentuk baru.
Pasar VTuber tidak lagi berada di tahap awal yang liar dan eksperimental seperti beberapa tahun lalu. Sekarang, format ini sudah matang, lebih komersial, dan jauh lebih beragam. Dalam situasi seperti itu, wajar jika mulai muncul:
- model kreator hybrid
- strategi branding baru
- eksperimen format yang mencoba menggabungkan dunia virtual dan dunia nyata
XTuber bisa jadi hanya satu eksperimen yang lewat sesaat. Tapi bisa juga menjadi tanda bahwa sebagian industri memang ingin bergerak ke arah yang lebih “terbuka” daripada konsep VTuber tradisional.
Kalau itu benar terjadi, maka perdebatan yang muncul sekarang kemungkinan baru awal dari diskusi yang lebih besar tentang masa depan identitas kreator virtual.
Slot Gambar Konten Tambahan



Apa Artinya Buat Penggemar VTuber?
Buat penggemar, kemunculan XTuber mungkin akan memunculkan pertanyaan yang lebih besar daripada sekadar “apa itu?” Pertanyaannya bisa bergeser menjadi:
- sejauh mana karakter virtual masih dianggap terpisah dari kreator aslinya?
- apakah model hybrid seperti ini akan memperluas pasar atau justru mengaburkan identitas VTuber?
- apakah ini akan menjadi genre baru yang berdiri sendiri, atau sekadar label pemasaran yang ramai sesaat?
Belum ada jawaban final untuk semua itu. Tapi satu hal yang jelas: XTuber sudah berhasil melakukan hal pertama yang dibutuhkan istilah baru di industri hiburan digital, yaitu membuat orang membicarakannya.
Info Proyek dan Arah Selanjutnya
Saat ini, XTuber masih berada di fase awal pengenalan konsep. PANDORA sudah mengumumkan istilahnya, menjelaskan arah konsepnya, dan menjalankan Project YOHANE sebagai program awal untuk menjaring kreator generasi baru.
Langkah berikutnya yang paling menentukan kemungkinan besar adalah:
- bagaimana PANDORA memperkenalkan figur XTuber pertama mereka
- seperti apa eksekusi model hybrid ini di praktik nyata
- dan apakah publik bisa menerima konsep tersebut bukan hanya sebagai nama baru, tapi sebagai format yang benar-benar punya identitas sendiri
Kalau figur XTuber pertama yang muncul berhasil menarik perhatian, maka istilah ini bisa punya peluang berkembang. Tapi kalau tidak, XTuber bisa saja berhenti sebagai istilah yang ramai sebentar lalu tenggelam di tengah cepatnya pergerakan budaya internet.
Penutup
XTuber hadir sebagai salah satu istilah paling kontroversial dan paling menarik yang muncul di dunia VTuber Jepang belakangan ini. Di satu sisi, ia menawarkan gagasan baru tentang kreator hybrid yang aktif di dunia virtual dan dunia nyata. Di sisi lain, ia langsung menabrak banyak pertanyaan soal identitas, budaya VTuber, keaslian konsep, hingga urusan branding.
Yang membuat XTuber layak dipantau bukan hanya karena namanya ramai dibahas, tetapi karena ia bisa menjadi penanda ke mana arah industri kreator virtual akan bergerak berikutnya. Kalau PANDORA berhasil membangun ekosistem nyata lewat Project YOHANE dan figur XTuber yang kuat, istilah ini mungkin akan hidup lebih lama dari sekadar kontroversi awalnya.
Untuk sekarang, XTuber masih berada di tahap paling penting: tahap ketika orang-orang masih bertanya, memperdebatkan, dan mencoba memahami apakah ini benar-benar masa depan VTuber—atau hanya eksperimen baru yang terlalu cepat diberi nama.