SOMBRAS: negative frames Diumumkan, Horror Fotografi First-Person Ini Bawa Shiomi ke Kota Jepang yang Terdistorsi
SOMBRAS: negative frames resmi diumumkan sebagai game first-person narrative horror baru dari Maboroshi Artworks dan publisher Entalto Publishing. Game ini dijadwalkan rilis pada Q4 2026 untuk PC via Steam dan konsol.
Game ini mengikuti Shiomi Alterio, mahasiswi fotografi berdarah Jepang-Spanyol yang tinggal di sebuah kota Jepang setelah pindah dari Eropa akibat perceraian orang tuanya. Hidupnya berubah ketika ia terseret ke versi gelap dari kota tempat tinggalnya, dunia yang dipenuhi bayangan lapar dan sosok-sosok perempuan yang terlihat seperti dirinya sendiri.
Dengan fokus pada fotografi, eksplorasi, dan horror ringan bernuansa psikologis, SOMBRAS: negative frames terlihat seperti game yang tidak hanya mengejar rasa takut, tetapi juga membongkar tema identitas, keluarga yang retak, seni, masa muda, dan sisi diri yang terpecah.
Ringkasan Cepat
- Game: SOMBRAS: negative frames
- Developer: Maboroshi Artworks
- Publisher: Entalto Publishing
- Genre: first-person narrative horror, adventure, simulation, psychological horror
- Platform: PlayStation 5, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC via Steam
- Rilis: Q4 2026
- Karakter utama: Shiomi Alterio
- Setting: kota Jepang awal 2000-an yang berubah menjadi dark mirror world
- Mekanik utama: fotografi, eksplorasi, puzzle lingkungan, collectibles, dan upgrade kamera
- Tema: youth, art, mixed identity, dysfunctional family systems, dan fragmentasi psikologis
- Bahasa Steam: English, French, Spanish - Spain, dan Japanese
- Catatan: Bahasa Indonesia belum didukung di halaman Steam
- Karya sebelumnya developer: Last Time I Saw You
Trailer dan Halaman Steam Resmi
Shiomi Alterio dan Kota Jepang yang Berubah Jadi Cermin Gelap
SOMBRAS: negative frames menempatkan pemain sebagai Shiomi Alterio, seorang mahasiswi fotografi Jepang-Spanyol yang hidupnya sedang berada dalam fase sulit. Setelah perceraian orang tuanya, ia tinggal bersama ayahnya di sebuah kota Jepang yang seharusnya terasa tenang.
Namun, ketenangan itu runtuh ketika Shiomi tiba-tiba terseret ke dimensi gelap yang menyerupai kota tempat tinggalnya. Jalanan yang familiar berubah menjadi ruang liminal yang ganjil, penuh bayangan, dan terasa seperti cerminan buruk dari kehidupan yang ia coba pahami.
Dari premis ini, game membangun horror yang lebih personal. Ancaman tidak hanya datang dari makhluk misterius, tetapi juga dari pecahan emosi, ingatan, dan sisi diri Shiomi yang muncul dalam bentuk sosok-sosok perempuan mirip dirinya.
Screenshot Gameplay Fotografi dan Dunia Gelap Shiomi
Kamera Jadi Alat Utama untuk Mengungkap Rahasia
Fotografi menjadi mekanik utama dalam SOMBRAS: negative frames. Pemain tidak hanya melihat dunia dari sudut pandang pertama, tetapi juga aktif memotret kejadian aneh, objek tidak wajar, dan momen-momen yang menyimpan petunjuk.
Setelah mengambil foto, pemain dapat mengembangkan film roll untuk membuka informasi baru. Sistem ini membuat kamera terasa seperti alat investigasi, bukan sekadar gimmick visual.
Semakin banyak momen penting yang berhasil ditangkap, semakin besar peluang Shiomi untuk mendapatkan inspirasi dan meningkatkan perlengkapan kameranya. Upgrade ini kemudian dapat membantu pemain menemukan rahasia tambahan yang sebelumnya tersembunyi.
Horror Ringan yang Lebih Fokus pada Atmosfer
SOMBRAS tidak terlihat seperti horror yang hanya bergantung pada jumpscare. Pendekatannya lebih dekat ke light horror dengan atmosfer yang aneh, muram, dan perlahan menekan.
Kota Jepang awal 2000-an menjadi latar yang kuat karena terasa familiar, tetapi juga mudah dibuat tidak nyaman ketika ruang-ruangnya berubah. Jalanan, rumah, lorong, dan tempat sehari-hari bisa berubah menjadi sesuatu yang terasa salah saat pemain masuk ke versi gelapnya.
Rasa takutnya dibangun melalui suasana, bayangan, dan ketidakpastian. Pemain tidak selalu tahu apakah yang mereka lihat adalah ancaman nyata, simbol psikologis, atau bagian dari ingatan Shiomi yang mulai retak.
Alternate Shiomi dan Fragmen Diri yang Terpecah
Salah satu elemen paling menarik dari game ini adalah kehadiran sosok-sosok perempuan yang terlihat seperti Shiomi. Mereka bukan sekadar karakter misterius, tetapi tampaknya berkaitan dengan fragmen psikologis yang harus dihadapi oleh karakter utama.
Konsep ini memberi SOMBRAS rasa yang lebih emosional. Shiomi tidak hanya berusaha keluar dari dunia gelap, tetapi juga harus memahami bagian-bagian dirinya yang terpecah akibat keluarga, identitas campuran, dan masa lalu yang belum selesai.
Dengan tema seperti ini, fotografi menjadi simbol yang pas. Kamera bukan hanya alat untuk mengambil gambar, tetapi juga cara Shiomi melihat ulang dirinya sendiri, merekam luka, dan mencari bentuk utuh dari identitasnya.
Puzzle, Collectibles, dan Pertemuan Berbahaya
Selain memotret, pemain juga akan menghadapi puzzle lingkungan, collectibles, dan momen pertemuan berbahaya dengan entitas gelap. Struktur seperti ini membuat gameplay tidak hanya berjalan sebagai walking simulator, tetapi juga memberi aktivitas investigasi dan tekanan dari ancaman.
Puzzle lingkungan kemungkinan akan mendorong pemain memperhatikan detail tempat, objek, dan perubahan di sekitar kota. Sementara collectibles memberi alasan untuk menjelajah lebih dalam dan memahami lore yang tersembunyi.
Di sisi lain, hostile encounters membuat eksplorasi tidak selalu aman. Pemain harus bertahan dari bayangan dan teror yang mengejar, sambil tetap mencari cara untuk menyatukan kembali fragmen diri Shiomi.
Dari Developer Last Time I Saw You
Maboroshi Artworks sebelumnya dikenal lewat Last Time I Saw You, game naratif yang juga membawa nuansa Jepang, coming-of-age, dan cerita personal. Karena itu, SOMBRAS: negative frames terasa seperti langkah yang masih berhubungan secara rasa, tetapi bergerak ke arah yang lebih gelap.
Jika Last Time I Saw You banyak bermain dengan nostalgia dan emosi masa muda, SOMBRAS tampaknya membawa tema serupa ke ruang horror psikologis. Masa muda, keluarga, dan identitas tetap menjadi fondasi, tetapi kali ini dibalut dengan bayangan, kamera, dan dunia alternatif.
Pendekatan ini membuat SOMBRAS menarik untuk pemain yang menyukai game naratif dengan atmosfer kuat, bukan hanya horror yang mengandalkan aksi atau kejar-kejaran tanpa konteks emosional.
Kenapa SOMBRAS: negative frames Menarik?
Ada beberapa alasan kenapa SOMBRAS: negative frames layak dipantau oleh penggemar horror naratif.
1) Fotografi menjadi pusat gameplay
Kamera digunakan untuk menangkap kejadian aneh, mengembangkan film, dan membuka rahasia baru.
2) Temanya lebih personal
Game ini mengangkat isu identitas campuran, keluarga yang retak, seni, dan fragmen psikologis.
3) Setting Jepang awal 2000-an memberi rasa nostalgia
Kota Jepang yang familiar berubah menjadi dark mirror world yang terasa ganjil dan tidak aman.
4) Horror-nya tidak hanya soal jumpscare
Atmosfer, bayangan, dan simbol psikologis menjadi bagian penting dari rasa takutnya.
5) Datang dari kreator Last Time I Saw You
Maboroshi Artworks sudah punya pengalaman membuat game naratif dengan nuansa emosional yang kuat.
Info Rilis
Untuk saat ini, informasi penting yang sudah diketahui adalah:
- SOMBRAS: negative frames dijadwalkan rilis pada Q4 2026
- game akan tersedia untuk PlayStation 5, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC via Steam
- versi Steam sudah bisa dimasukkan ke wishlist
- game dikembangkan oleh Maboroshi Artworks
- publisher game ini adalah Entalto Publishing
- game membawa sudut pandang first-person
- mekanik utama berfokus pada fotografi
- pemain akan memotret kejadian aneh, mengembangkan film roll, dan meng-upgrade kamera
- game mendukung Steam Achievements, Steam Cloud, dan Family Sharing
- bahasa yang tersedia di Steam mencakup English, French, Spanish - Spain, dan Japanese
- Bahasa Indonesia belum didukung di halaman Steam
Penutup
SOMBRAS: negative frames terlihat sebagai game horror naratif yang menarik karena memadukan fotografi, trauma personal, identitas campuran, dan dunia gelap yang menyerupai kota Jepang awal 2000-an. Dengan kamera sebagai alat utama, pemain tidak hanya melihat teror, tetapi juga merekam dan membongkar rahasia di baliknya.
Bagi pemain yang menyukai horror atmosferik, cerita psikologis, dan game dengan mekanik fotografi, SOMBRAS layak masuk daftar pantauan menjelang rilis Q4 2026. Terutama karena proyek ini datang dari Maboroshi Artworks, developer yang sebelumnya menghadirkan Last Time I Saw You.
- Noisy Pixel — First-Person Photography Horror Game ‘SOMBRAS: negative frames’ Announced
- Steam — SOMBRAS: negative frames
- Gematsu — Light horror adventure game SOMBRAS: negative frames announced for PS5, Xbox Series, Switch, and PC
- Maboroshi Artworks — SOMBRAS: negative frames
- YouTube — SOMBRAS: negative frames Announcement Trailer
- Entalto Publishing Official Site