RYGAMES
Tersimpan

The Last Salvage Squad Buka Demo di Steam, FPS 2.5D Bergaya Arcade Retro dengan Mecha Raksasa

Ringkasan: The Last Salvage Squad resmi membuka demo di Steam dan langsung menarik perhatian karena tampil seperti FPS arcade klasik yang hilang dari era Dreamcast. Game ini
The Last Salvage Squad Buka Demo di Steam, FPS 2.5D Bergaya Arcade Retro dengan Mecha Raksasa - RYGAMES
Bagikan Artikel
X Facebook Telegram LINE Pinterest Threads Reddit Bluesky LinkedIn Tumblr ChatGPT

The Last Salvage Squad Buka Demo di Steam, FPS 2.5D Bergaya Arcade Retro dengan Mecha Raksasa

The Last Salvage Squad resmi membuka demo di Steam dan langsung menarik perhatian karena tampil seperti FPS arcade klasik yang hilang dari era Dreamcast. Game ini dikembangkan oleh Sunfish Kumano dan diterbitkan oleh Waku Waku Games, dengan rencana rilis penuh pada musim semi 2026 untuk PC.

Game ini membawa pemain ke Bumi masa depan setelah umat manusia dihancurkan oleh armada alien raksasa. Meski manusia sudah lenyap, unit humanoid besar bernama CogrinaUnits masih terus menjalankan misi terakhir: melawan senjata alien dan menyelamatkan sisa harapan yang ditinggalkan manusia.

Yang membuat game ini menarik adalah visualnya yang sangat khas. Dunia kota hancur berwarna merah-hitam, robot besar, alien tripod, ledakan, UI retro, dan tempo misi cepat membuat The Last Salvage Squad terasa seperti gabungan FPS lama, anime mecha, dan arcade shooter penuh energi.

Ringkasan Cepat

  • Game: The Last Salvage Squad
  • Developer: Sunfish Kumano
  • Publisher: Waku Waku Games
  • Genre: 2.5D FPS, action, shooter, sci-fi
  • Platform: PC via Steam
  • Status: demo sudah tersedia
  • Rilis penuh: direncanakan musim semi 2026
  • Mode: single-player
  • Bahasa: English, Simplified Chinese, Traditional Chinese, Japanese
  • Fitur utama: misi cepat, mecha humanoid raksasa, alien weapon, weapon recovery, intermission story, dan Shiba Inu
Advertisement

Media Resmi

FPS 2.5D dengan Rasa Arcade Lama

The Last Salvage Squad menggunakan format single-player 2.5D FPS. Artinya, pemain melihat aksi dari sudut pandang orang pertama, tetapi game tetap membawa nuansa visual dan desain yang terasa lebih arcade, ringkas, dan langsung ke inti.

Misi dalam demo dibuat singkat dan cepat. Pemain masuk ke arena, menghadapi mesin perang alien, memakai bangunan atau reruntuhan sebagai perlindungan, lalu berusaha menyelesaikan objektif sebelum situasi makin kacau.

Musuh yang muncul banyak mengingatkan pada senjata alien retro sci-fi, terutama robot tripod tinggi yang menembakkan proyektil besar. Karena hampir semua serangan berbasis projectile, pemain harus aktif bergerak, membaca arah tembakan, dan membalas dengan timing yang tepat.

Sponsored

Screenshot Demo dan Aksi Mecha

Deretan screenshot The Last Salvage Squad yang memperlihatkan aksi FPS 2.5D, CogrinaUnits, alien tripod, kota merah-hitam, dan suasana arcade sci-fi retro

CogrinaUnits, Senjata Terakhir Umat Manusia

Cerita game ini cukup sederhana tetapi efektif. Bumi sudah runtuh setelah invasi alien besar-besaran. Manusia sempat mengembangkan senjata khusus untuk melawan alien, tetapi terlambat untuk menyelamatkan peradaban.

Kini, yang tersisa adalah CogrinaUnits, unit humanoid otonom setinggi sekitar 12 meter yang terus menjalankan misi terakhir manusia.

Advertisement

Menariknya, game ini tidak sepenuhnya serius. Di sela misi, pemain akan melihat percakapan ringan antar unit, briefing misi, karakter bergaya adik perempuan, dan bahkan seekor Shiba Inu yang memberi sentuhan lucu di tengah dunia yang sudah hancur.

Sistem Life dan Weapon Recovery

Salah satu mekanik menarik dalam The Last Salvage Squad adalah sistem ketika unit pemain kalah, unit lain akan langsung dikirim ke medan perang. Ini membuat pace game tetap cepat dan memberi kesan bahwa para CogrinaUnits terus maju tanpa berhenti demi menjalankan misi terakhir manusia.

Namun, perlengkapan tidak tersedia tanpa batas. Pemain harus mengambil kembali equipment dari unit yang sudah hancur agar bisa terus bertarung. Sistem ini membuat setiap kematian tetap punya konsekuensi, tetapi tidak langsung menghentikan alur permainan.

Pada versi penuh, developer juga menyiapkan pilihan senjata sebelum misi, sub-weapon dari vending machine, serta senjata baru seperti shotgun dan rocket launcher.

25 Misi dan Fitur Versi Penuh

Versi penuh The Last Salvage Squad disebut akan menghadirkan 25 misi dengan variasi situasi combat dan konten cerita. Dibanding demo, versi final akan menambahkan beberapa fitur penting, seperti:

  • weapon selection sebelum misi
  • sub-weapon dan fitur vending machine yang lebih luas
  • tambahan senjata seperti shotgun dan rocket launcher
  • lock-on aim assist untuk pemain yang belum terbiasa FPS
  • balancing dan bug fix menuju rilis penuh

Tambahan lock-on aim assist cukup menarik karena membuat game ini lebih ramah untuk pemain yang jarang memainkan FPS, tanpa menghilangkan rasa aksi cepatnya.

Kenapa The Last Salvage Squad Menarik?

Ada beberapa alasan kenapa demo game ini layak dicoba.

1) Visualnya punya identitas kuat

Palet merah-hitam, kota runtuh, dan musuh alien tinggi membuat tampilannya langsung mudah dikenali.

2) Nuansa arcade terasa kental

Misi pendek, UI retro, kill count, ammo tracking, dan tempo cepat membuat game terasa ringan untuk langsung dimainkan.

3) Musuhnya bukan FPS biasa

Alien tripod dan senjata raksasa memberi rasa sci-fi klasik yang berbeda dari shooter militer modern.

4) Ada sentuhan cerita yang ringan

Intermission antar misi membuat dunia game terasa lebih hidup, apalagi dengan karakter unit lain dan Shiba Inu.

5) Demo sudah tersedia

Pemain bisa langsung mencoba gamenya di Steam sebelum versi penuh dirilis.

Info Rilis

Untuk saat ini, informasi penting yang sudah diketahui adalah:

  • The Last Salvage Squad sudah memiliki demo di Steam
  • versi penuh direncanakan rilis pada musim semi 2026
  • developer-nya adalah Sunfish Kumano
  • publisher-nya adalah Waku Waku Games
  • game mendukung single-player
  • bahasa yang didukung: English, Simplified Chinese, Traditional Chinese, Japanese
  • Bahasa Indonesia belum tercantum di halaman Steam

Penutup

The Last Salvage Squad terlihat seperti FPS kecil yang punya gaya sangat jelas: cepat, retro, merah-hitam, penuh ledakan, dan dipenuhi robot serta senjata alien raksasa. Demo-nya memberi gambaran bahwa game ini tidak ingin menjadi shooter kompleks, melainkan pengalaman arcade sci-fi yang langsung menyenangkan.

Buat pemain yang suka FPS retro, mecha anime, alien tripod, dan game indie dengan identitas visual kuat, The Last Salvage Squad layak masuk wishlist sambil menunggu versi penuhnya dirilis pada 2026.

Reaksi artikel

Baca Juga