RYGAMES
Tersimpan

Jaadugar: A Witch in Mongolia Rilis Opening Stella, Anime Sejarah dari Science SARU Resmi Tayang

Ringkasan: Anime original? Bukan. Jaadugar diadaptasi dari manga karya Tomato Soup yang terbit di Souffle milik Akita Shoten. Namun, secara rasa, adaptasinya langsung mencuri
Jaadugar: A Witch in Mongolia Rilis Opening Stella, Anime Sejarah dari Science SARU Resmi Tayang - RYGAMES
Bagikan Artikel
X Facebook Telegram LINE Pinterest Threads Reddit Bluesky LinkedIn Tumblr ChatGPT

Jaadugar: A Witch in Mongolia Rilis Opening Stella, Anime Sejarah dari Science SARU Resmi Tayang

Jaadugar: A Witch in Mongolia atau Tenmaku no Jaadugar resmi merilis non-credit opening video dengan lagu “Stella” dari SEKAI NO OWARI. Anime ini sudah mulai tayang pada 4 Juli 2026 melalui slot IMAnimation TV Asahi dan beberapa kanal Jepang lainnya.

Anime original? Bukan. Jaadugar diadaptasi dari manga karya Tomato Soup yang terbit di Souffle milik Akita Shoten. Namun, secara rasa, adaptasinya langsung mencuri perhatian karena membawa latar sejarah abad ke-13, Mongol Empire, intrik istana, dan perjalanan balas dendam seorang gadis yang bertahan hidup lewat ilmu.

Opening “Stella” juga cocok dengan skala ceritanya. Visualnya tidak hanya menjual adegan cantik, tetapi memperlihatkan Shitara sebagai karakter yang hidup di antara kehilangan, pendidikan, strategi, dan sejarah besar yang sedang bergerak di sekelilingnya.

Ringkasan Cepat

  • Judul anime: Jaadugar: A Witch in Mongolia
  • Judul Jepang: Tenmaku no Jaadugar / 天幕のジャードゥーガル
  • Format: TV Anime
  • Genre: historical drama, seinen, strategy, revenge, political drama
  • Original: Tomato Soup
  • Publisher manga: Akita Shoten
  • Serialisasi: Souffle
  • Jadwal tayang Jepang: mulai 4 Juli 2026
  • Slot utama: TV Asahi “IMAnimation”
  • Broadcast utama: TV Asahi 24-station network, BS Asahi, AT-X, CS TV Asahi Channel 1, Animax
  • Streaming Jepang: ABEMA, DMM TV, d Anime Store, FOD, Hulu, Lemino, Netflix, Prime Video, TELASA, TVer, U-NEXT, WOWOW On Demand, Bandai Channel, dan lainnya
  • Chief Director: Naoko Yamada
  • Director: Abel Gongora
  • Series Composition: Kanichi Kato
  • Character Design / Chief Animation Director: Kenichi Yoshida
  • Direction Chief: Takuya Fujikura
  • Art Director: Yuri Kabasawa
  • Color Design: Narumi Konno
  • Director of Photography: Naoki Takahashi
  • Editing: Kiyoshi Hirose
  • Music: Koshiro Hino
  • Sound Director: Noriyoshi Konuma
  • Studio: Science SARU
  • OP Theme: SEKAI NO OWARI - Stella
  • ED Theme: Queen Bee - Hoshi
  • Cast Shitara: Akira Sekine
  • Cast Töregene / Doregene: Ami Koshimizu
  • Cast Fatima: Houko Kuwashima
  • Cast Muhammad: Jun Saito
  • Cast Ögedei: Hiro Shimono
  • Cast Tolui: Ryota Suzuki
  • Cast Shira: Miyu Irino
  • Cast Chagatai: Daisuke Namikawa
  • Cast Jochi: Kenji Nojima
  • Update terbaru: non-credit opening video “Stella” dari SEKAI NO OWARI resmi dirilis
Advertisement

Post Resmi, Opening, dan Visual

Key visual Jaadugar: A Witch in Mongolia
Key visual Jaadugar: A Witch in Mongolia© Visual assets belong to their respective owners. Used for editorial purposes.
Cuplikan opening Stella menampilkan perjalanan Shitara, Fatima, Doregene, dan Mongol Empire© Visual assets belong to their respective owners. Used for editorial purposes.

Shitara, Gadis yang Bertahan Lewat Pengetahuan

Jaadugar: A Witch in Mongolia mengikuti Shitara, gadis muda yang kehilangan ibunya dan terpisah jauh dari tanah kelahirannya. Ia kemudian dipungut oleh Fatima, perempuan baik hati dari keluarga cendekiawan.

Sponsored

Dari keluarga Fatima, Shitara mulai memahami nilai pengetahuan. Kalimat Muhammad, putra Fatima, menjadi titik penting dalam hidupnya: jika seseorang belajar dan menjadi bijak, ia akan tahu apa yang harus dilakukan ketika masalah datang.

Namun, hidup Shitara tidak berjalan tenang. Di saat Mongol Empire di bawah Genghis Khan terus memperluas kekuasaan, gelombang sejarah akhirnya mencapai kota tempat Shitara tinggal. Ia kehilangan segalanya setelah ditawan oleh Tolui, pangeran keempat Mongol Empire.

Dari titik itu, Shitara memilih jalan yang lebih berbahaya. Ia memakai satu-satunya hal yang masih ia miliki, yaitu pengetahuan, untuk masuk ke lingkaran kerajaan dan menghancurkan empire dari dalam.

Advertisement

Balas Dendam yang Tidak Mengandalkan Pedang

Hook terbesar Jaadugar ada pada cara Shitara melawan. Ia bukan karakter yang tiba-tiba mendapatkan kekuatan sihir besar atau senjata legendaris. Julukan “witch” di sini terasa lebih dekat dengan kecerdasan, strategi, dan kemampuan membaca situasi.

Balas dendam Shitara berjalan lewat pendidikan, politik, bahasa, hubungan antarbangsawan, dan celah kekuasaan. Ini membuat konfliknya terasa lebih tajam dibanding battle fisik biasa.

Ceritanya juga tidak menjadikan Mongol Empire sekadar latar dekoratif. Kekuasaan, penaklukan, sistem istana, dan posisi perempuan dalam sejarah menjadi bagian penting dari konflik. Karena itu, Jaadugar terasa seperti historical drama yang punya tensi politik kuat, tapi tetap dibawa dengan desain visual yang lembut dan mudah diikuti.

Doregene Jadi Pertemuan Penting Shitara

Salah satu titik penting cerita adalah pertemuan Shitara dengan Doregene atau Töregene, istri keenam dari pangeran ketiga Ögedei. Doregene juga menyimpan masa lalu pahit dan kebencian terhadap empire.

Pertemuan Shitara dan Doregene membuat cerita bergerak dari kisah bertahan hidup menjadi aliansi berbahaya. Mereka berasal dari posisi yang berbeda, tetapi terhubung oleh luka, dendam, dan keinginan untuk mengguncang kekuasaan dari dalam.

Inilah yang membuat Jaadugar menarik untuk pembaca atau penonton yang suka cerita perempuan kuat tanpa harus memakai formula “superpower heroine”. Shitara dan Doregene bergerak lewat akal, pengaruh, dan keberanian mengambil risiko dalam dunia yang sangat tidak ramah bagi mereka.

Opening Stella Menjual Skala Cerita

Non-credit opening “Stella” dari SEKAI NO OWARI terasa menjadi pintu masuk yang kuat untuk anime ini. Lagu tersebut ditulis oleh Fukase, dikomposisi oleh Nakajin, serta diaransemen dan diproduksi oleh SEKAI NO OWARI.

Visual opening-nya memperlihatkan Shitara dalam berbagai fase: masa kecil, kehilangan, pertemuan dengan Fatima, perjalanan menuju dunia yang lebih luas, dan bayangan konflik besar yang menantinya.

Yang menarik, “Stella” tidak terdengar seperti lagu tie-up yang hanya menempel di awal episode. Nuansanya cocok dengan cerita Shitara yang seperti mencari koordinat dirinya sendiri di tengah sejarah besar. Ada rasa megah, sedih, tapi tetap membawa harapan kecil yang terus bergerak.

Queen Bee Bawakan Ending Hoshi

Selain opening dari SEKAI NO OWARI, anime ini juga punya ending theme “Hoshi” dari Queen Bee. Lagu ini ditulis dan dikomposisi oleh Avu-chan, lalu diaransemen oleh Queen Bee dan Koji Tsukada.

Dari komentar resminya, Avu-chan menyorot rasa dendam dan beban emosional tokoh utama yang berdiri di tengah zaman penuh gejolak. Ini cocok dengan sisi Jaadugar yang tidak hanya bicara sejarah, tetapi juga luka personal.

Kombinasi SEKAI NO OWARI untuk opening dan Queen Bee untuk ending membuat identitas musik anime ini cukup kuat. OP membawa skala perjalanan, sementara ED punya peluang memperkuat sisi gelap dan emosional setelah episode selesai.

Science SARU, Naoko Yamada, dan Abel Gongora

Produksi animasi ditangani oleh Science SARU, studio yang dikenal punya bahasa visual berani dan tidak kaku. Untuk Jaadugar, pendekatan itu penting karena ceritanya membutuhkan keseimbangan antara sejarah, emosi, dan visual yang tetap terasa hidup.

Naoko Yamada bertugas sebagai chief director, sementara Abel Gongora menjadi director. Kanichi Kato menangani series composition, dan Kenichi Yoshida menangani character design sekaligus chief animation director.

Nama-nama ini membuat adaptasi Jaadugar layak dipantau lebih serius. Materinya tidak mudah: ada sejarah Mongol, budaya Persia, tragedi, politik, dan karakter perempuan yang harus digambarkan kuat tanpa kehilangan sisi manusianya.

Jadwal Tayang dan Streaming

Jaadugar mulai tayang di Jepang pada 4 Juli 2026. Jadwal broadcast yang diumumkan adalah:

  • TV Asahi 24-station network “IMAnimation”: mulai 4 Juli 2026, setiap Sabtu pukul 23.30 JST
  • episode pertama tayang pukul 23.00 JST dengan 2 episode sekaligus
  • BS Asahi: mulai 4 Juli 2026, setiap Sabtu pukul 25.00 JST
  • episode pertama tayang 2 episode sekaligus
  • AT-X: mulai 5 Juli 2026, setiap Minggu pukul 22.30 JST
  • episode pertama tayang pukul 22.00 JST dengan 2 episode sekaligus
  • CS TV Asahi Channel 1: mulai 12 Juli 2026, setiap Minggu pukul 22.00 JST
  • Animax: mulai 1 Agustus 2026, setiap Sabtu pukul 21.00 JST

Jika memakai jadwal utama TV Asahi pukul 23.30 JST, maka jadwal tersebut setara dengan:

  • 21.30 WIB
  • 22.30 WITA
  • 23.30 WIT

Untuk streaming Jepang, anime ini tersedia di berbagai layanan seperti ABEMA, DMM TV, d Anime Store, FOD, Hulu, Lemino, Netflix, Prime Video, TVer, U-NEXT, dan lainnya. Untuk ketersediaan subtitle Indonesia, tetap perlu mengecek katalog wilayah masing-masing platform.

Kenapa Ini Menarik?

1) Historical drama dengan protagonis yang tidak biasa

Shitara bukan petarung garis depan. Ia bertahan lewat ilmu, strategi, dan kemampuan membaca sistem kekuasaan.

2) Setting Mongol Empire memberi skala besar

Ceritanya memakai latar abad ke-13 dan ekspansi Mongol Empire, membuat konflik personal Shitara terasa terhubung dengan sejarah besar.

3) Fokus pada perempuan, pengetahuan, dan dendam

Shitara dan Doregene membawa cerita tentang bagaimana perempuan yang terjebak dalam sistem keras tetap bisa mencari ruang untuk melawan.

4) Science SARU punya ruang visual yang menarik

Dengan desain yang lembut tetapi cerita yang keras, adaptasi ini punya kontras visual dan emosional yang kuat.

5) Musiknya langsung kuat

SEKAI NO OWARI lewat “Stella” dan Queen Bee lewat “Hoshi” memberi anime ini identitas audio yang serius sejak awal.

Info Anime

Untuk saat ini, informasi penting yang diketahui adalah:

  • Jaadugar: A Witch in Mongolia adalah adaptasi anime dari manga Tenmaku no Jaadugar karya Tomato Soup
  • manga ini terbit melalui Souffle milik Akita Shoten
  • judul Jepang anime ini adalah 天幕のジャードゥーガル
  • anime mulai tayang pada 4 Juli 2026
  • broadcast utama berlangsung di slot TV Asahi “IMAnimation”
  • episode pertama ditayangkan sebagai 2 episode sekaligus
  • cerita berpusat pada Shitara, gadis yang kehilangan segalanya akibat gelombang ekspansi Mongol Empire
  • Shitara belajar pentingnya pengetahuan dari keluarga Fatima
  • setelah menjadi tawanan, Shitara memutuskan memakai pengetahuan untuk masuk ke lingkaran kerajaan dan mengguncang empire dari dalam
  • karakter penting lain mencakup Doregene, Fatima, Muhammad, Ögedei, Tolui, Shira, Chagatai, dan Jochi
  • produksi animasi ditangani oleh Science SARU
  • Naoko Yamada menjadi chief director
  • Abel Gongora menjadi director
  • Kanichi Kato menangani series composition
  • Kenichi Yoshida menangani character design dan chief animation director
  • Koshiro Hino menangani musik
  • Noriyoshi Konuma menangani sound direction
  • opening theme adalah SEKAI NO OWARI - “Stella”
  • ending theme adalah Queen Bee - “Hoshi”
  • cast utama mencakup Akira Sekine, Ami Koshimizu, Houko Kuwashima, Jun Saito, Hiro Shimono, Ryota Suzuki, Miyu Irino, Daisuke Namikawa, dan Kenji Nojima
  • streaming Jepang tersedia melalui banyak platform, termasuk Netflix, Prime Video, ABEMA, DMM TV, U-NEXT, dan lainnya
  • informasi resmi bisa dipantau melalui situs resmi Jaadugar: A Witch in Mongolia

Penutup

Jaadugar: A Witch in Mongolia bukan anime sejarah yang hanya menjual latar masa lalu. Intinya ada pada Shitara, gadis yang kehilangan rumah, keluarga, dan kebebasan, lalu memilih membalas lewat sesuatu yang sering diremehkan dalam dunia penuh kekerasan: pengetahuan.

Non-credit opening “Stella” dari SEKAI NO OWARI menjadi pengantar yang kuat untuk perjalanan itu. Dengan Science SARU, Naoko Yamada, Abel Gongora, dan jajaran cast besar di belakangnya, Jaadugar terlihat seperti salah satu anime sejarah 2026 yang paling layak dipantau, terutama untuk penonton yang suka drama politik, karakter perempuan kuat, dan cerita balas dendam yang tidak bergantung pada pedang.

Reaksi artikel

Baca Juga