RYGAMES
Tersimpan

KunoYoko Garap Opening Jaadugar Stella, Visualnya Dibuat dari Perasaan Perempuan Mongolia Abad ke-13

Ringkasan: Opening tersebut memakai lagu “Stella” dari SEKAI NO OWARI, dan sudah dirilis dalam bentuk non-credit opening video melalui kanal resmi. Bagi penonton yang sudah
KunoYoko Garap Opening Jaadugar Stella, Visualnya Dibuat dari Perasaan Perempuan Mongolia Abad ke-13 - RYGAMES
Bagikan Artikel
X Facebook Telegram LINE Pinterest Threads Reddit Bluesky LinkedIn Tumblr ChatGPT

KunoYoko Garap Opening Jaadugar Stella, Visualnya Dibuat dari Perasaan Perempuan Mongolia Abad ke-13

Jaadugar: A Witch in Mongolia atau Tenmaku no Jaadugar kembali mendapat sorotan dari sisi produksi opening. Animator dan kreator KunoYoko / 久野遥子 mengungkap bahwa ia menangani storyboard dan direction untuk opening anime ini.

Opening tersebut memakai lagu “Stella” dari SEKAI NO OWARI, dan sudah dirilis dalam bentuk non-credit opening video melalui kanal resmi. Bagi penonton yang sudah melihat OP-nya, visual “Stella” memang terasa bukan sekadar montase karakter, tetapi pengantar emosional untuk dunia Jaadugar.

Dalam post-nya, KunoYoko menulis bahwa ia membuat opening ini sambil membayangkan perasaan para perempuan yang berdiri di tanah Mongolia abad ke-13. Kalimat itu terasa penting, karena Jaadugar sendiri memang bukan hanya cerita sejarah tentang empire dan perang, tetapi juga tentang perempuan yang bertahan, belajar, kehilangan, dan melawan lewat pengetahuan.

Ringkasan Cepat

  • Judul anime: Jaadugar: A Witch in Mongolia
  • Judul Jepang: Tenmaku no Jaadugar / 天幕のジャードゥーガル
  • Format: TV Anime
  • Genre: historical drama, seinen, strategy, revenge, political drama
  • Original: Tomato Soup
  • Publisher manga: Akita Shoten
  • Serialisasi: Souffle
  • Studio: Science SARU
  • Jadwal tayang: mulai Juli 2026
  • Chief Director: Naoko Yamada
  • Director: Abel Gongora
  • Series Composition: Kanichi Kato
  • Character Design / Chief Animation Director: Kenichi Yoshida
  • Music: Koshiro Hino
  • Opening theme: SEKAI NO OWARI - Stella
  • Opening storyboard & direction: KunoYoko / 久野遥子
  • Ending theme: Queen Bee - Hoshi
  • Tokoh utama: Shitara, Doregene, Fatima, Muhammad, Ögedei, Tolui, Shira, Chagatai, Jochi
  • Update terbaru: KunoYoko membagikan komentar setelah menangani storyboard dan direction opening Jaadugar
Advertisement

Post Resmi, Opening, dan Ilustrasi

Ilustrasi KunoYoko untuk opening Jaadugar menampilkan karakter perempuan dengan nuansa lembut dan historis
Ilustrasi KunoYoko untuk opening Jaadugar menampilkan karakter perempuan dengan nuansa lembut dan historis© Visual assets belong to their respective owners. Used for editorial purposes.

Opening Stella Bukan Sekadar Visual Cantik

Opening anime sering dipakai untuk memperkenalkan karakter, konflik, dan atmosfer cerita. Namun, untuk Jaadugar, opening “Stella” terasa punya fungsi yang lebih emosional.

Visualnya tidak hanya menampilkan Shitara sebagai tokoh utama, tetapi juga membangun rasa perjalanan panjang: kehilangan, pendidikan, istana, dendam, dan dunia luas yang terus bergerak di luar kendali satu orang.

Sponsored

Komentar KunoYoko membuat pembacaan OP ini jadi lebih jelas. Ia tidak hanya memikirkan “anime sejarah yang keren”, tetapi juga membayangkan perasaan para perempuan yang hidup di tanah Mongolia abad ke-13. Karena itu, OP-nya terasa punya sentuhan lembut meski cerita Jaadugar sebenarnya keras dan penuh luka.

Perempuan, Sejarah, dan Cara Bertahan Hidup

Jaadugar mengikuti Shitara, gadis yang kehilangan keluarga dan kebebasannya akibat ekspansi Mongol Empire. Namun, ia tidak bertahan lewat pedang atau kekuatan fisik. Senjata utamanya adalah pengetahuan, bahasa, strategi, dan kemampuan membaca celah kekuasaan.

Di sisi lain, ada Doregene, perempuan yang juga membawa luka dan dendam terhadap empire. Pertemuan Shitara dan Doregene menjadi salah satu inti emosional cerita, karena keduanya berada di dunia yang tidak memberi banyak ruang untuk perempuan menentukan nasib sendiri.

Advertisement

Inilah alasan komentar KunoYoko terasa pas. Opening Jaadugar bukan hanya pembuka episode, tetapi seperti cara untuk menangkap rasa batin para perempuan dalam cerita: mereka berdiri di tengah sejarah besar, tetapi tetap punya suara, luka, dan keputusan sendiri.

KunoYoko dan Sentuhan Visual yang Lebih Personal

KunoYoko dikenal punya gaya visual yang ekspresif, lembut, dan sering terasa seperti ilustrasi yang bergerak. Untuk Jaadugar, pendekatan seperti itu cocok karena anime ini punya kontras besar antara desain yang terlihat halus dengan materi cerita yang cukup berat.

Opening “Stella” memanfaatkan kontras itu dengan baik. Ada rasa melankolis, tetapi tidak sepenuhnya gelap. Ada skala sejarah yang besar, tetapi tetap dikaitkan dengan wajah, tatapan, dan gerak karakter.

Dalam konteks anime sejarah, keputusan visual seperti ini penting. Jika terlalu megah, cerita bisa terasa jauh dari karakter. Jika terlalu kecil, skala Mongol Empire bisa kehilangan bobotnya. OP Jaadugar mencoba berada di tengah: personal, tetapi tetap terasa berada di bawah bayangan sejarah besar.

SEKAI NO OWARI Membawa Nada Harapan

Lagu “Stella” dari SEKAI NO OWARI juga menjadi bagian penting dari identitas opening ini. Nuansanya tidak hanya sedih, tetapi juga membawa rasa bergerak maju, seperti seseorang yang mencari arah di tengah dunia yang terus berubah.

Untuk kisah Shitara, rasa itu sangat cocok. Ia bukan karakter yang langsung menang atau bebas. Ia bertahan dengan perlahan, belajar dari orang-orang di sekitarnya, lalu memakai pengetahuan sebagai cara untuk merebut kembali kendali hidupnya.

Karena itu, “Stella” terasa seperti lagu yang memandang Shitara bukan hanya sebagai korban sejarah, tetapi sebagai seseorang yang akan terus berjalan meski dunianya sudah dirampas.

Kenapa Ini Menarik?

1) Komentar KunoYoko memberi konteks baru untuk OP

Setelah tahu bahwa OP dibuat dengan membayangkan perasaan perempuan di Mongolia abad ke-13, visual “Stella” terasa lebih emosional dan tidak sekadar cantik.

2) Opening-nya nyambung dengan inti cerita

Jaadugar adalah cerita tentang perempuan, pengetahuan, kekuasaan, dan cara bertahan hidup. OP-nya menangkap tema itu lewat gerak, komposisi, dan nuansa visual.

3) Science SARU memberi ruang untuk ekspresi visual

Dengan produksi dari Science SARU, opening ini punya ruang untuk tampil lebih artistik tanpa kehilangan fungsi sebagai pembuka anime TV.

4) Stella memperkuat perjalanan Shitara

Lagu dari SEKAI NO OWARI memberi rasa harapan kecil di tengah cerita yang penuh kehilangan, dendam, dan intrik politik.

5) Jaadugar makin kuat sebagai anime sejarah 2026

Update kecil dari staff seperti ini membuat penonton bisa melihat betapa seriusnya tim produksi menangani atmosfer, perspektif, dan emosi cerita.

Info Anime

Untuk saat ini, informasi penting yang diketahui adalah:

  • Jaadugar: A Witch in Mongolia adalah TV anime adaptasi manga Tenmaku no Jaadugar karya Tomato Soup
  • judul Jepang anime ini adalah 天幕のジャードゥーガル
  • manga original terbit melalui Souffle milik Akita Shoten
  • produksi animasi ditangani oleh Science SARU
  • anime mulai tayang pada Juli 2026
  • cerita berlatar abad ke-13, saat Mongol Empire memperluas kekuasaan
  • tokoh utama ceritanya adalah Shitara, gadis yang kehilangan segalanya dan bertahan lewat pengetahuan
  • Doregene menjadi karakter penting yang terhubung dengan konflik politik dan dendam terhadap empire
  • Naoko Yamada bertugas sebagai chief director
  • Abel Gongora bertugas sebagai director
  • Kanichi Kato menangani series composition
  • Kenichi Yoshida menangani character design dan chief animation director
  • Koshiro Hino menangani musik
  • opening theme adalah SEKAI NO OWARI - “Stella”
  • storyboard dan direction opening ditangani oleh KunoYoko / 久野遥子
  • ending theme adalah Queen Bee - “Hoshi”
  • cast utama mencakup Akira Sekine, Ami Koshimizu, Houko Kuwashima, Jun Saito, Hiro Shimono, Ryota Suzuki, Miyu Irino, Daisuke Namikawa, dan Kenji Nojima
  • informasi resmi bisa dipantau melalui situs resmi Jaadugar: A Witch in Mongolia

Penutup

Komentar KunoYoko membuat opening Jaadugar: A Witch in Mongolia terasa semakin menarik untuk diperhatikan ulang. OP “Stella” bukan hanya pembuka episode, tetapi juga semacam rangkuman emosi tentang perempuan yang berdiri di tengah sejarah keras abad ke-13.

Dengan Science SARU, SEKAI NO OWARI, dan arahan visual yang memikirkan perasaan karakter secara serius, Jaadugar semakin terlihat sebagai anime sejarah yang tidak hanya mengejar skala besar, tetapi juga luka kecil, keberanian, dan cara manusia bertahan ketika dunia di sekitarnya runtuh.

Reaksi artikel

Baca Juga