RYGAMES
Tersimpan

Just Like Mona Lisa Ungkap Teaser PV, Chika Anzai Jadi Hinase Arima

Bahasa artikel 1 bahasa tersedia
Ringkasan: Chika Anzai dipercaya memerankan Hinase Arima, siswa kelas tiga SMA yang tetap hidup tanpa gender hingga berusia 18 tahun. Anime TV ini diproduksi oleh SHAFT
Just Like Mona Lisa Ungkap Teaser PV, Chika Anzai Jadi Hinase Arima - RYGAMES
Bagikan Artikel
X Hatena Slack Chatwork Facebook Telegram LINE Pinterest Threads Reddit Bluesky LinkedIn Tumblr ChatGPT

Just Like Mona Lisa Ungkap Teaser PV, Chika Anzai Jadi Hinase Arima

Just Like Mona Lisa merilis teaser PV pertamanya pada 1 Agustus 2026, bersamaan dengan pengumuman pemeran protagonis dan sebagian staff utama. Video tersebut pertama kali diperlihatkan melalui panel khusus di AnimagiC, Mannheim, Jerman.

Chika Anzai dipercaya memerankan Hinase Arima, siswa kelas tiga SMA yang tetap hidup tanpa gender hingga berusia 18 tahun. Anime TV ini diproduksi oleh SHAFT, tetapi jadwal penayangan dan platform streamingnya belum diumumkan.

Ringkasan Cepat

  • Judul resmi global anime: Just Like Mona Lisa
  • Judul Jepang: 性別「モナリザ」の君へ。
  • Romanisasi: Seibetsu “Mona Lisa” no Kimi e
  • Judul digital Inggris lain: The Gender of Mona Lisa
  • Format: anime TV
  • Sumber cerita: manga
  • Kreator: Tsumuji Yoshimura
  • Publisher manga: Square Enix
  • Platform serialisasi: Gangan Online
  • Studio animasi: SHAFT
  • Sutradara: Kana Shundo
  • Character design / chief animation director: Nobuhiro Sugiyama
  • Musik: Yuki Hayashi
  • Protagonis: Hinase Arima
  • Pengisi suara Hinase: Chika Anzai
  • Teman masa kecil Hinase: Ritsu Kaga dan Shiori Takayama
  • Tanggal perilisan teaser PV: 1 Agustus 2026
  • Penayangan perdana PV: AnimagiC di Mannheim, Jerman
  • Jadwal tayang anime: belum diumumkan
  • Jaringan TV dan streaming: belum diumumkan
  • Jumlah episode: belum diumumkan
  • Jumlah manga: tamat dalam 10 volume
  • Sirkulasi manga: telah melampaui satu juta kopi

Pengumuman, Teaser PV, dan Visual

Teaser Visual Just Like Mona Lisa
Teaser Visual Just Like Mona Lisa© Visual assets belong to their respective owners. Used for editorial purposes.
Advertisement
Just Like Mona Lisa Teaser Trailer© Visual assets belong to their respective owners. Used for editorial purposes.

Teaser PV Perlihatkan Dunia Tanpa Gender sejak Lahir

Dunia Just Like Mona Lisa menggambarkan manusia yang dilahirkan tanpa gender. Ketika mendekati usia 12 tahun, tubuh mereka mulai berubah mengikuti gender yang diinginkan dan biasanya telah menjadi laki-laki atau perempuan pada usia 14 tahun.

Hinase menjadi pengecualian karena tubuhnya tetap tidak berubah hingga memasuki musim semi ke-18. Teaser PV memperlihatkan kegelisahan tersebut melalui kehidupan sekolah, pantulan cermin, timbangan, serta warna turquoise yang muncul di antara visual monokrom.

Sponsored

Warna itu bukan sekadar aksen desain. Kana Shundo menjelaskan bahwa manga original menggunakan cetakan dua warna, dengan turquoise untuk menggambarkan kilauan emosi yang biasanya tidak terlihat.

Chika Anzai Memerankan Hinase Arima

Chika Anzai dipercaya membawa suara Hinase, satu-satunya orang di lingkungannya yang masih tidak memiliki gender saat berusia 18 tahun.

Anzai menyebut Hinase dan tema ceritanya sebagai peran yang kompleks. Proses rekaman ditangani dengan hati-hati bersama sutradara, cast, tim produksi, serta Tsumuji Yoshimura yang turut hadir dalam sesi perekaman.

Advertisement

Meski membawa pertanyaan mengenai identitas dan cara seseorang menjalani hidup, cerita ini tidak sepenuhnya bernada berat. Anzai juga menekankan adanya momen hangat, komedi, dan romansa yang membuat perjalanan Hinase tetap dapat dinikmati sebagai drama remaja.

Dua Pengakuan Cinta Mengubah Kehidupan Hinase

Hinase sebelumnya merasa cukup menjalani hari-hari biasa bersama dua teman masa kecilnya, Ritsu Kaga dan Shiori Takayama. Keduanya telah memilih gender masing-masing dan tumbuh bersama Hinase hingga memasuki masa SMA.

Keseimbangan itu berubah ketika Ritsu dan Shiori mengungkapkan perasaan mereka pada waktu yang hampir bersamaan. Hinase yang belum pernah memikirkan romansa harus menghadapi cinta, identitas diri, dan kemungkinan bahwa pilihannya akan memengaruhi tubuh serta hubungan ketiganya.

Cerita tidak hanya berpusat pada siapa yang akan dipilih Hinase. Teman sekelas dan orang dewasa di sekitar mereka juga menghadapi keraguan mengenai perasaan, gender, keluarga, dan sesuatu yang paling ingin mereka lindungi.

SHAFT Bawa Gaya Dua Warna ke Dalam Animasi

Kana Shundo memimpin proyek ini setelah sebelumnya menyutradarai Apocalypse Hotel. Ia bekerja bersama Nobuhiro Sugiyama, yang menangani character design dan pengawasan animasi utama.

Musiknya digarap oleh Yuki Hayashi. Ia menyusun soundtrack untuk mengikuti emosi mengenai hidup sebagai diri sendiri dan keberanian menghadapi orang lain secara jujur.

Teaser PV menunjukkan bahwa SHAFT mempertahankan identitas visual manganya melalui ruang kosong, komposisi simbolis, permainan cahaya, dan warna turquoise. Namun, desain karakter tambahan serta cuplikan panjang Ritsu dan Shiori masih menunggu materi promosi berikutnya.

Kenapa Ini Menarik?

1) Warna menjadi bagian dari penyampaian emosi

Turquoise dari cetakan dua warna manga diterjemahkan sebagai elemen bergerak yang menampilkan emosi Hinase tanpa selalu menjelaskannya melalui dialog.

2) Cinta dan identitas tidak dipisahkan

Pengakuan Ritsu dan Shiori memaksa Hinase mempertimbangkan bukan hanya pasangan romantis, tetapi juga kehidupan dan identitas yang ingin dijalani.

3) Manga original telah memiliki akhir lengkap

Cerita sumbernya telah tamat dalam 10 volume, sehingga tim anime memiliki rangkaian perkembangan karakter yang lengkap. Namun, cakupan adaptasi anime belum diumumkan.

Info Anime dan Manga

Untuk saat ini, informasi penting yang diketahui adalah:

  • Just Like Mona Lisa merupakan judul global yang digunakan situs resmi anime dan edisi cetak Square Enix
  • Manga UP! Global juga menerbitkannya dengan judul The Gender of Mona Lisa
  • manga ditulis dan digambar oleh Tsumuji Yoshimura
  • ceritanya telah tamat dan dikumpulkan dalam 10 volume
  • total sirkulasinya telah melampaui satu juta kopi
  • Hinase tetap tanpa gender hingga berusia 18 tahun
  • Ritsu dan Shiori merupakan dua teman masa kecil yang mengungkapkan cinta kepada Hinase
  • Chika Anzai menjadi pemeran pertama yang diumumkan
  • cast untuk Ritsu, Shiori, dan karakter lain belum dikonfirmasi
  • Kana Shundo menjadi sutradara
  • Nobuhiro Sugiyama menangani character design dan chief animation director
  • Yuki Hayashi mengerjakan musik
  • SHAFT menangani produksi animasi
  • jadwal tayang, jumlah episode, dan platform streaming belum diumumkan
  • informasi anime dapat dipantau melalui situs resmi Just Like Mona Lisa
  • manga Jepang tersedia melalui halaman resmi Gangan Online
  • edisi cetak Inggris tersedia melalui halaman Just Like Mona Lisa di Square Enix Manga & Books

Penutup

Teaser PV pertama Just Like Mona Lisa memperlihatkan bagaimana SHAFT menerjemahkan dunia dan warna khas manga menjadi animasi. Chika Anzai juga memberi suara pertama untuk Hinase, karakter yang berada di pusat konflik identitas dan cinta segitiga tersebut.

Jadwal tayang, cast Ritsu dan Shiori, lagu tema, serta distribusi internasional masih belum diumumkan. Informasi berikutnya akan menentukan seberapa jauh anime ini mengadaptasi cerita manga yang telah tamat dalam 10 volume.

Reaksi artikel

Baca Juga