RYGAMES
Tersimpan

SANASANA Demo Resmi Rilis di Steam, Tutorial hingga Boss Lindsey Bisa Dimainkan

Bahasa artikel 3 bahasa tersedia
Ringkasan: CHARON dan STUDIO CHARON resmi membuka demo gratis SANASANA di Steam pada 2 September 2026. Demo tersebut memungkinkan pemain mencoba game sejak tutorial hingga
SANASANA Demo Resmi Rilis di Steam, Tutorial hingga Boss Lindsey Bisa Dimainkan - RYGAMES
Bagikan Artikel
X Hatena Slack Chatwork Facebook Telegram LINE Pinterest Threads Reddit Bluesky LinkedIn Tumblr ChatGPT

SANASANA Demo Resmi Rilis di Steam, Tutorial hingga Boss Lindsey Bisa Dimainkan

CHARON dan STUDIO CHARON resmi membuka demo gratis SANASANA di Steam pada 2 September 2026. Demo tersebut memungkinkan pemain mencoba game sejak tutorial hingga mencapai pertarungan boss Lindsey, memberi gambaran langsung mengenai sistem bullet hell dan atmosfer dark fantasy yang menjadi identitas game.

Versi penuh SANASANA sendiri masih dijadwalkan meluncur untuk PC pada Oktober 2026. Ceritanya mengikuti Sana, seorang gadis yang mencari tiga Golden Apples milik para penyihir karena legenda menyebut ketiganya dapat mengabulkan satu keinginan apa pun—termasuk menghidupkan kembali kakaknya yang telah meninggal.

Ringkasan Cepat

  • Judul: SANASANA
  • Format: video game
  • Developer: CHARON dan STUDIO CHARON
  • Publisher versi penuh: CHARON dan STUDIO CHARON
  • Publisher demo: CHARON
  • Genre resmi Steam: Action, Adventure, Indie
  • Deskripsi gameplay resmi: vertical-scrolling bullet hell shooter
  • Tema: dark fantasy, keinginan, pengorbanan, dan kegilaan
  • Platform yang diumumkan: PC melalui Steam
  • Sistem operasi: Windows
  • Demo: tersedia gratis
  • Tanggal rilis demo: 2 September 2026
  • Cakupan demo: mulai tutorial hingga boss Lindsey
  • Boss yang dapat dilawan dalam demo: Lindsey
  • Versi penuh: belum dirilis
  • Jendela rilis Steam: Oktober 2026
  • Target sebelumnya: akhir Oktober 2026
  • Tanggal rilis spesifik: belum diumumkan
  • Harga versi penuh: belum diumumkan
  • Protagonis: Sana
  • Tujuan Sana: menghidupkan kembali kakaknya yang telah meninggal
  • Objek yang dicari: tiga Golden Apples
  • Legenda Golden Apples: mengumpulkan semuanya dapat mengabulkan satu keinginan
  • Pemegang Golden Apples: tiga penyihir
  • Lokasi para penyihir: Lost Forest
  • Gameplay utama: menghindari pola peluru sambil menyerang musuh
  • Pola serangan: berbeda untuk setiap penyihir
  • Visual serangan: menggunakan elemen seperti kelopak, cahaya, dan bentuk menyerupai bilah
  • Story progression: dialog dengan para penyihir muncul di antara stage
  • Fokus naratif: setiap penyihir memiliki keinginan, motivasi, dan keyakinannya sendiri
  • Mode: single-player
  • Bahasa interface/subtitle: Jepang, Inggris, Simplified Chinese, dan Traditional Chinese
  • Full audio: tidak ditandai tersedia pada daftar bahasa Steam
  • Kontrol: keyboard tersedia
  • Controller: didukung
  • Controller yang direkomendasikan: Xbox Controller
  • Minimum RAM: 4 GB
  • Minimum storage: 1 GB
  • Minimum OS: Windows 10 64-bit
  • Status saat ini: demo tersedia, full game masih menunggu rilis Oktober

Demo dan Gameplay SANASANA

Key Art SANASANA
Key Art SANASANA© Visual assets belong to their respective owners. Used for editorial purposes.
Advertisement
Cuplikan Official Trailer SANASANA dari Steam© Visual assets belong to their respective owners. Used for editorial purposes.

Demo Bisa Dimainkan Sampai Boss Lindsey

Demo SANASANA bukan sekadar tutorial singkat. Steam secara spesifik menyebut versi percobaan ini membawa pemain mulai dari tutorial hingga pertarungan boss melawan Lindsey.

Itu membuat demo memberi kesempatan untuk melihat bagaimana kontrol dasar berkembang menuju encounter boss yang menggunakan pola bullet hell lebih intens. Video yang dibagikan akun resmi CHARON juga memperlihatkan layar permainan vertikal dengan sejumlah besar proyektil sekaligus.

Sponsored

Demo tersedia sebagai Free Demo, sehingga dapat langsung dipasang melalui halaman Steam tanpa menunggu versi penuh diluncurkan.

Sana Memburu Tiga Golden Apples

Cerita SANASANA dimulai setelah Sana kehilangan orang yang sangat penting baginya dalam sebuah kecelakaan. Tujuannya kemudian mengarah pada legenda tentang tiga Golden Apples yang dikatakan mampu mengabulkan keinginan apa pun.

Ketiga apel tersebut berada di tangan tiga penyihir yang tinggal jauh di dalam Lost Forest. Sana memasuki perjalanan untuk merebutnya demi membawa kakaknya kembali hidup.

Advertisement

Namun para penyihir tidak hanya berfungsi sebagai rintangan gameplay. Masing-masing memiliki keinginan, keyakinan yang telah terdistorsi, serta alasan sendiri untuk mempertahankan apa yang mereka miliki.

Bullet Hell Menggunakan Pola Cantik tetapi Berbahaya

SANASANA menggunakan format vertical-scrolling bullet hell shooter, dengan karakter pemain bergerak di area permainan sambil mencari celah di antara proyektil musuh.

Steam menggambarkan serangannya melalui motif seperti kelopak yang beterbangan, cahaya yang jatuh, dan proyektil menyerupai bilah. Setiap penyihir memiliki pola sendiri sehingga pertarungan tidak hanya berbeda melalui tampilan boss, tetapi juga melalui bentuk serangan yang harus dipelajari.

Developer menyatakan kontrol dibuat sederhana agar pemain baru dapat mulai bermain tanpa terlalu banyak sistem rumit, tetapi kepadatan bullet pattern tetap ditujukan untuk memberi tantangan bagi pemain yang sudah terbiasa dengan genre bullet hell.

Cerita Berjalan di Antara Pertempuran

Elemen naratif tetap menjadi bagian penting dari SANASANA meskipun format utamanya adalah shooter. Di antara stage, Sana bertemu dan berbicara dengan para penyihir yang menghalangi perjalanannya.

Dialog tersebut digunakan untuk memperlihatkan motif dan cerita lawan, sehingga setiap boss tidak berdiri hanya sebagai target yang harus dikalahkan.

Tema yang terus muncul adalah harga sebuah keinginan. Sana bersedia kehilangan banyak hal demi mendapatkan kembali kakaknya, sementara penyihir yang ia hadapi juga membawa keinginan dan bentuk kegilaan masing-masing.

Full Game Masih Dijadwalkan Oktober 2026

Steam saat ini mencantumkan Oktober 2026 sebagai planned release window untuk versi penuh SANASANA.

Ketika game pertama kali diperkenalkan pada Juli, STUDIO CHARON menyebut target akhir Oktober 2026. Namun tanggal kalender spesifik belum diumumkan, sehingga Oktober tetap menjadi informasi rilis resmi paling aman untuk saat ini.

Harga juga belum tersedia. Halaman Steam sudah dapat digunakan untuk wishlist, sedangkan pemain yang ingin mencoba gameplay lebih awal sekarang dapat menggunakan demo gratis yang baru dirilis.

Kenapa Ini Menarik?

1) Demo langsung mencapai pertarungan boss

Pemain tidak hanya mendapat tutorial, tetapi bisa melihat bagaimana sistem bullet hell bekerja saat menghadapi Lindsey.

2) Shooter dan cerita mendapatkan porsi bersama

Dialog antar-stage membawa motivasi setiap penyihir ke dalam perjalanan Sana, bukan memisahkan cerita sepenuhnya dari gameplay.

3) Pola peluru menjadi bagian identitas setiap musuh

Serangan menggunakan motif visual berbeda seperti kelopak, bilah, dan cahaya sehingga pertarungan memiliki karakter masing-masing.

4) Demo hadir sebelum target rilis Oktober

Pemain kini dapat menguji kontrol, performa PC, dan pendekatan gameplay sebelum versi penuh diluncurkan.

Info Game

Untuk saat ini, informasi penting tambahan yang diketahui adalah:

  • SANASANA Demo resmi tercatat rilis di Steam pada 2 September 2026
  • demo dapat dimainkan secara gratis
  • demo memiliki Steam App ID 5039560
  • full game memiliki Steam App ID 4383840
  • demo mencakup tutorial hingga pertarungan boss Lindsey
  • demo merupakan single-player game demo
  • full game juga dirancang sebagai pengalaman single-player
  • SANASANA dikembangkan oleh CHARON dan STUDIO CHARON
  • full game diterbitkan oleh CHARON dan STUDIO CHARON
  • Steam saat ini mencantumkan planned release Oktober 2026
  • pengumuman awal developer sebelumnya menargetkan akhir Oktober
  • tanggal spesifik dalam Oktober belum diumumkan
  • harga versi penuh belum diumumkan
  • karakter utama bernama Sana
  • tujuan utama Sana adalah mengumpulkan tiga Golden Apples
  • legenda dalam cerita menyatakan tiga apel tersebut dapat mengabulkan satu keinginan
  • tiga penyihir yang tinggal di Lost Forest memegang Golden Apples
  • gameplay menggunakan perspektif vertical-scrolling
  • pemain menghindari bullet pattern sambil menyerang musuh
  • setiap penyihir memiliki pola proyektil yang berbeda
  • percakapan karakter berlangsung di antara stage
  • developer menempatkan game sebagai dark fantasy shooter tentang keinginan dan pengorbanan
  • interface dan subtitle tersedia dalam Jepang, Inggris, Simplified Chinese, dan Traditional Chinese
  • full audio tidak ditandai sebagai tersedia pada tabel bahasa Steam
  • keyboard dapat digunakan
  • controller juga didukung dan Xbox Controller direkomendasikan
  • minimum OS adalah Windows 10 64-bit
  • minimum processor adalah Intel Core i3-6100 atau AMD Ryzen 3 1200
  • minimum memory adalah 4 GB RAM
  • minimum graphics adalah DirectX 10 compatible GPU, dengan Intel HD Graphics 4000 atau lebih tinggi sebagai acuan
  • DirectX 10 diperlukan
  • storage yang dicantumkan adalah 1 GB ruang kosong
  • sound card DirectX compatible dicantumkan dalam requirement
  • spesifikasi recommended yang saat ini ditampilkan Steam pada dasarnya sama dengan minimum
  • demo dapat diakses melalui SANASANA Demo on Steam
  • full game dan wishlist tersedia melalui SANASANA on Steam
  • update resmi developer tersedia melalui CHARON Official X
  • informasi developer tersedia melalui CHARON Official Website

Penutup

Demo SANASANA sekarang memberi kesempatan pertama untuk mencoba langsung kombinasi vertical bullet hell, dark fantasy, dan storytelling yang dibangun CHARON bersama STUDIO CHARON. Cakupan hingga boss Lindsey juga membuat demo cukup jauh untuk menunjukkan bagaimana pola proyektil dan encounter utama game bekerja.

Versi penuh masih direncanakan hadir pada Oktober 2026, tetapi tanggal spesifik dan harga belum diumumkan. Sampai informasi tersebut tersedia, demo gratis di Steam menjadi cara paling langsung untuk melihat bagaimana perjalanan Sana mengejar tiga Golden Apples dimainkan.

Reaksi artikel

Baca Juga