RYGAMES
Tersimpan

Witch on the Holy Night Rilis Final Trailer, supercell Kembali Bersama Nagi Yanagi

Bahasa artikel 3 bahasa tersedia
Ringkasan: Film anime Witch on the Holy Night akhirnya memperlihatkan final trailer menjelang pemutaran perdana Jepang pada 20 November 2026. Trailer sekitar 90 detik yang
Witch on the Holy Night Rilis Final Trailer, supercell Kembali Bersama Nagi Yanagi - RYGAMES
Bagikan Artikel
X Hatena Slack Chatwork Facebook Telegram LINE Pinterest Threads Reddit Bluesky LinkedIn Tumblr ChatGPT

Witch on the Holy Night Rilis Final Trailer, supercell Kembali Bersama Nagi Yanagi

Film anime Witch on the Holy Night akhirnya memperlihatkan final trailer menjelang pemutaran perdana Jepang pada 20 November 2026. Trailer sekitar 90 detik yang dirilis 30 September itu disebut sebagai video terakhir sekaligus materi promosi dengan volume terbesar sebelum film tayang, membawa banyak cut baru dari kehidupan Aoko Aozaki, Alice Kuonji, dan Soujuurou Shizuki hingga rangkaian pertarungan yang menjadi salah satu pusat visual adaptasi ufotable.

Pengumuman ini juga mengungkap theme song “夜と青” (Yoru to Ao) dari supercell dengan vokal Nagi Yanagi. ryo kembali menangani lirik, komposisi, dan aransemen, mempertemukan lagi kombinasi yang pernah memberi warna musikal pada visual novel original. Di saat yang sama, staff utama film diperinci, visual karakter baru karya Hirokazu Koyama diperlihatkan, penjualan MoviTicket baru disiapkan, dan skala distribusi bioskopnya semakin jelas.

Ringkasan Cepat

  • Film: Witch on the Holy Night
  • Judul Jepang: 魔法使いの夜
  • Romanisasi: Mahoutsukai no Yoru
  • Format: theatrical anime film
  • Original work: Kinoko Nasu / TYPE-MOON
  • Animation studio: ufotable
  • Distributor Jepang: Toho / Aniplex
  • Tanggal tayang Jepang: 20 November 2026
  • Final trailer: dirilis 30 September 2026
  • Durasi final trailer: sekitar 90 detik
  • Posisi trailer: trailer terakhir sebelum penayangan
  • Isi trailer: banyak cut baru
  • Isi trailer: kehidupan Aoko, Alice, dan Soujuurou
  • Isi trailer: berbagai adegan action dan magic battle
  • Theme song: 夜と青 / Yoru to Ao
  • Artist: supercell
  • Lyrics: ryo
  • Composition: ryo
  • Arrangement: ryo
  • Vocals: Nagi Yanagi / やなぎなぎ
  • Trailer menggunakan: bagian pertama lagu secara penuh
  • Hubungan dengan game: ryo dan Nagi Yanagi juga terhubung dengan lagu original visual novel
  • Lagu game terdahulu: 星が瞬くこんな夜に / Hoshi ga Matataku Konna Yoru ni
  • Aoko Aozaki: Haruka Tomatsu
  • Alice Kuonji: Kana Hanazawa
  • Soujuurou Shizuki: Yusuke Kobayashi
  • Aoko: siswi SMA sekaligus apprentice Magician
  • Alice: mage yang tinggal bersama Aoko
  • Soujuurou: murid pindahan yang datang dari pegunungan
  • Setting: akhir 1980-an
  • Premis: pertemuan tiga orang yang semestinya tidak bersinggungan
  • Director: Masaru Takeuchi
  • Chief Director: Hikaru Kondo
  • Character Design: Moe Tsuzuki
  • Chief Animation Director: Masato Nagamori
  • Original Character Design: Hirokazu Koyama
  • Original Character Concept: Takashi Takeuchi
  • Script Production: ufotable
  • Music: Hideyuki Fukasawa
  • Director of Photography / Finishing Direction: Yuichi Terao
  • Art Director: Koji Eto
  • Color Design: Mika Matsuoka
  • 3D Director: Gochu Sato
  • Editing: Manabu Kamino
  • Visual baru: character visual karya Hirokazu Koyama
  • Visual menampilkan: Aoko dan Alice
  • MoviTicket baru: mulai dijual 2 Oktober 2026
  • Harga MoviTicket dasar: 1.500 yen
  • Jumlah bioskop Jepang: 347 lokasi
  • Global theatrical rollout: mulai Januari 2027
  • Jumlah wilayah: lebih dari 45 negara dan kawasan menurut pengumuman terbaru
  • Amerika Serikat / Kanada: 29 Januari 2027
  • Indonesia: tanggal penayangan belum tercantum dalam jadwal internasional yang telah diumumkan
  • Status saat ini: film belum tayang

Final Trailer, Theme Song, dan Character Visual

Character Visual Aoko Aozaki dan Alice Kuonji karya Hirokazu Koyama
Character Visual Aoko Aozaki dan Alice Kuonji karya Hirokazu Koyama© Visual assets belong to their respective owners. Used for editorial purposes.
Advertisement
Cuplikan Witch on the Holy Night Final Trailer© Visual assets belong to their respective owners. Used for editorial purposes.

Final Trailer Menyatukan Kehidupan Tiga Karakter dan Pertarungan

Trailer 30 September menjadi materi video terakhir sebelum Witch on the Holy Night masuk bioskop Jepang. Tim produksi menyebutnya sebagai trailer dengan volume terbesar dari rangkaian promosi film, dan durasi sekitar 90 detiknya memang digunakan untuk mempertemukan dua sisi cerita yang selama ini diperlihatkan secara terpisah.

Di satu sisi ada kehidupan sehari-hari Aoko Aozaki, Alice Kuonji, dan Soujuurou Shizuki. Aoko menjalani hari sebagai siswi sekaligus ketua OSIS yang dapat diandalkan, tetapi malamnya dipenuhi latihan magic bersama Alice di rumah yang mereka tinggali.

Sponsored

Soujuurou datang dari daerah pegunungan dan masuk ke kehidupan keduanya sebagai murid pindahan. Pertemuan yang terlihat biasa itu perlahan mengubah keseimbangan kehidupan Aoko dan Alice.

Di sisi lain, final trailer memperbesar skala action. Cut-cut baru menampilkan penggunaan magic, benturan antar-karakter, lingkungan malam yang berubah drastis, serta animasi efek yang semakin menonjolkan pendekatan visual ufotable.

Alih-alih menjelaskan seluruh konflik, video memilih bergerak cepat antara keseharian, ekspresi karakter, dan ledakan pertarungan. Struktur tersebut memberi gambaran bahwa film tetap mempertahankan hubungan personal tiga protagonis sebagai fondasi sebelum mendorong mereka ke sisi supernatural cerita.

Advertisement

Theme song baru supercell kemudian menjadi benang yang mengikat seluruh montage tersebut.

supercell dan Nagi Yanagi Kembali ke Dunia Witch on the Holy Night

Salah satu kejutan terbesar final trailer justru datang dari musik.

Theme song film adalah “夜と青” (Yoru to Ao) dari supercell. ryo menulis lirik, menggubah, dan mengaransemen lagu tersebut, sementara vokalnya dibawakan oleh Nagi Yanagi.

Kolaborasi ini memiliki hubungan yang sangat dekat dengan sejarah Witch on the Holy Night.

Visual novel original juga memiliki lagu supercell “星が瞬くこんな夜に” (Hoshi ga Matataku Konna Yoru ni) yang dibawakan Nagi. Karena itu, penggunaan supercell dan Nagi kembali untuk film bukan sekadar memilih nama besar untuk adaptasi baru, tetapi menghubungkan film 2026 dengan identitas musikal yang sudah melekat pada karya original.

Untuk lagu baru supercell, keterlibatan Nagi juga menjadi reuni setelah sekitar 15 tahun sejak periode ketika dirinya secara rutin menjadi vokalis karya-karya grup tersebut.

ryo sendiri mengumumkan bahwa supercell kembali bergerak bersama “Yoru to Ao”. Film Witch on the Holy Night dengan demikian menjadi titik pertemuan yang cukup unik: karya TYPE-MOON yang dulu mendapat lagu dari kombinasi ryo dan Nagi kini kembali mempertemukan keduanya dalam adaptasi layar lebarnya.

Final trailer memakai bagian pertama “Yoru to Ao” secara penuh, sehingga video tersebut juga berfungsi sebagai pengenalan besar pertama terhadap lagu sebelum film dirilis.

Aoko, Alice, dan Soujuurou Tetap Menjadi Pusat Cerita

Sinopsis resmi terbaru memperjelas posisi ketiga karakter utama.

Aoko Aozaki adalah seorang gadis SMA yang sebenarnya merupakan Magician di dunia modern—meski masih berada dalam tahap belajar. Pada siang hari ia menjalani kehidupan sekolah, sedangkan malam digunakan untuk berlatih bersama Alice Kuonji, mage yang tinggal bersamanya.

Rutinitas tersebut mulai berubah ketika Aoko bertemu Soujuurou Shizuki pada sebuah pagi hujan yang sangat dingin.

Soujuurou baru datang dari pegunungan menuju kota dan menjadi murid pindahan. Ia berada di luar kehidupan supernatural yang selama ini dijalani Aoko dan Alice, sehingga pertemuan ketiganya membawa sudut pandang yang berbeda ke dunia magic tersebut.

Official site menggambarkan hubungan ini sebagai pertemuan seorang apprentice Magician, seorang witch, dan pemuda desa yang tidak mengetahui apa pun mengenai dunia mereka.

Final trailer menekankan kontras itu dengan cukup kuat. Adegan sekolah dan interaksi yang tenang ditempatkan berdampingan dengan magic battle dalam skala besar.

Bagi adaptasi, keseimbangan ini penting karena Witch on the Holy Night sejak awal bukan hanya cerita tentang duel supernatural. Hubungan, jarak, dan perubahan kehidupan tiga karakter menjadi bagian utama dari bagaimana dunia akhir 1980-an tersebut dibangun.

Masaru Takeuchi Memimpin Adaptasi Baru TYPE-MOON dan ufotable

Pengumuman 30 September juga membawa daftar staff film yang jauh lebih lengkap.

Masaru Takeuchi menjadi director, sementara Hikaru Kondo berada pada posisi chief director. Character design ditangani Moe Tsuzuki, dengan Masato Nagamori sebagai chief animation director.

Hirokazu Koyama, yang mendesain karakter untuk karya original, tetap terhubung melalui posisi Original Character Design, sedangkan Takashi Takeuchi mendapat kredit Original Character Concept.

ufotable sendiri menangani script production sekaligus animation production.

Sisi teknisnya juga membawa beberapa nama yang sudah lama terkait dengan produksi studio: Yuichi Terao menangani director of photography dan finishing direction, Gochu Sato menjadi 3D director, Koji Eto menangani art direction, Mika Matsuoka bertanggung jawab pada color design, sementara Manabu Kamino mengerjakan editing.

Musik film kembali dipercayakan kepada Hideyuki Fukasawa, nama yang sangat dekat dengan suara original Witch on the Holy Night.

Kombinasi tersebut menempatkan film sebagai adaptasi baru, tetapi tetap mempertahankan banyak jalur kreatif yang berhubungan dengan TYPE-MOON, ufotable, dan game sumbernya.

Character Visual Baru dan MoviTicket Hadir Menjelang Penayangan

Selain trailer, pengumuman terbaru juga membawa character visual baru yang digambar langsung oleh Hirokazu Koyama.

Visual tersebut mempertemukan Aoko dan Alice dalam satu ilustrasi, dua karakter yang menjadi inti identitas Witch on the Holy Night sejak visual novel original.

Ilustrasi itu kemudian tidak berhenti sebagai materi promosi digital. Mulai 2 Oktober 2026, visual tersebut digunakan untuk varian baru MoviTicket advance ticket bersama special key visual.

Harga dasar MoviTicket adalah 1.500 yen.

Special key visual version dijual melalui bioskop tertentu dan通販, sedangkan character visual tersedia melalui通販 dalam tiga desain. ufotable juga menawarkan beberapa desain MoviTicket melalui toko terkait mulai 2 Oktober hingga menjelang penayangan.

Secara domestik, skala distribusi film juga sudah diperbesar menjadi 347 bioskop di Jepang, yang disebut sebagai skala terbesar proyek ini.

Angka tersebut membuat final trailer bukan hanya penutup kampanye video, tetapi bagian dari tahap akhir pemasaran menjelang peluncuran bioskop yang cukup luas.

Film Akan Meluas ke Lebih dari 45 Negara dan Kawasan

Witch on the Holy Night juga tidak berhenti pada perilisan Jepang.

Jadwal internasional yang telah diumumkan menempatkan awal rollout global pada Januari 2027. Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab dijadwalkan mulai 21 Januari, kemudian sejumlah negara Eropa menyusul pada 26 dan 27 Januari.

Mexico, Brazil, Chile, beberapa wilayah Amerika Latin, Australia, New Zealand, Italy, Denmark, Netherlands, Norway, Portugal, dan wilayah lain mendapat jadwal 28 Januari.

Amerika Serikat dan Kanada dijadwalkan mulai 29 Januari 2027, bersama Inggris, Irlandia, Finlandia, Polandia, Swedia, dan India. Spain serta Kazakhstan menyusul pada 5 Februari.

Pengumuman 30 September menyebut ekspansi film akan mencakup lebih dari 45 negara dan kawasan.

Untuk Indonesia, tanggal bioskop belum tercantum dalam daftar internasional yang diumumkan sejauh ini.

Di Jepang, kampanye menuju perilisan juga diperluas melalui proyek “Minna de Miyo! TYPE-MOON × ufotable”. Film-film The Garden of Sinners dan trilogi Fate/stay night [Heaven's Feel] akan mendapat kesempatan unlimited streaming melalui layanan tertentu, sementara ABEMA akan membuka channel sementara khusus karya TYPE-MOON × ufotable.

Kolaborasi visual dengan Fate/Zero juga dijadwalkan untuk 1 Oktober pukul 20.00 JST, bertepatan dengan peringatan 15 tahun penayangan anime tersebut.

Dengan begitu, perilisan Witch on the Holy Night ditempatkan bukan hanya sebagai satu film baru, tetapi juga sebagai momen untuk melihat kembali sejarah panjang kolaborasi TYPE-MOON dan ufotable.

Kenapa Ini Menarik?

1) Final trailer memperlihatkan dua wajah Witch on the Holy Night sekaligus

Kehidupan Aoko, Alice, dan Soujuurou tetap mendapat ruang, sementara magic battle memperlihatkan seberapa besar skala visual yang dibawa ufotable ke layar lebar.

2) supercell dan Nagi Yanagi menghubungkan film dengan visual novel original

“Yoru to Ao” bukan sekadar theme song baru; kombinasi ryo dan Nagi kembali setelah sebelumnya menjadi bagian penting dari musik karya sumber.

3) Kampanye bioskopnya terus membesar

347 bioskop Jepang, visual baru, berbagai MoviTicket, dan distribusi ke lebih dari 45 negara serta kawasan menunjukkan bahwa film ini disiapkan sebagai perilisan teater yang luas.

4) Adaptasi datang dari kolaborasi TYPE-MOON × ufotable yang sudah panjang

Dari The Garden of Sinners hingga Fate/stay night [Heaven's Feel], kedua pihak memiliki sejarah bersama yang kini berlanjut melalui Witch on the Holy Night.

Info Film Witch on the Holy Night

Untuk saat ini, informasi penting tambahan yang diketahui adalah:

  • film diadaptasi dari visual novel TYPE-MOON
  • original title adalah 魔法使いの夜
  • official global title adalah Witch on the Holy Night
  • romanisasi yang umum digunakan adalah Mahoutsukai no Yoru
  • visual novel original dirilis di PC pada 12 April 2012
  • versi full-voice dan Full HD hadir di PS4 dan Nintendo Switch pada 8 Desember 2022
  • versi Steam dirilis 14 Desember 2023
  • cerita mengambil latar akhir 1980-an
  • Aoko Aozaki merupakan apprentice Magician
  • pada siang hari Aoko menjalani kehidupan sekolah
  • pada malam hari ia berlatih magic bersama Alice
  • Alice Kuonji merupakan mage yang tinggal bersama Aoko
  • Soujuurou Shizuki datang dari pegunungan menuju kota
  • Soujuurou menjadi murid pindahan
  • Haruka Tomatsu mengisi suara Aoko
  • Kana Hanazawa mengisi suara Alice
  • Yusuke Kobayashi mengisi suara Soujuurou
  • Kinoko Nasu / TYPE-MOON dikreditkan sebagai original work
  • Hirokazu Koyama menjadi original character designer
  • Takashi Takeuchi mendapat kredit original character concept
  • Masaru Takeuchi menjadi director
  • Hikaru Kondo menjadi chief director
  • Moe Tsuzuki menangani character design
  • Masato Nagamori menjadi chief animation director
  • script production ditangani ufotable
  • animation production juga ditangani ufotable
  • Yuichi Terao menangani photography dan finishing direction
  • Gochu Sato menjadi 3D director
  • Koji Eto menjadi art director
  • Mika Matsuoka menangani color design
  • Manabu Kamino menjadi editor
  • Hideyuki Fukasawa menangani musik
  • distribusi Jepang ditangani Toho dan Aniplex
  • theme song adalah “夜と青” / Yoru to Ao
  • lagu dibawakan supercell
  • lyrics, composition, dan arrangement ditangani ryo
  • vocals dibawakan Nagi Yanagi
  • visual novel sebelumnya menggunakan lagu “星が瞬くこんな夜に” dari kombinasi supercell dan Nagi
  • final trailer berdurasi sekitar 90 detik
  • final trailer dirilis 30 September 2026
  • film tayang di Jepang 20 November 2026
  • jumlah bioskop Jepang mencapai 347
  • character visual terbaru digambar Hirokazu Koyama
  • MoviTicket visual baru mulai dijual 2 Oktober
  • harga tiket advance dasar adalah 1.500 yen
  • global theatrical rollout dimulai Januari 2027
  • lebih dari 45 negara dan kawasan masuk rencana distribusi
  • Amerika Serikat dan Kanada mendapat jadwal 29 Januari 2027
  • tanggal bioskop Indonesia belum diumumkan
  • durasi final film belum diperinci dalam informasi resmi yang diverifikasi
  • informasi utama tersedia melalui Official Website
  • update resmi tersedia melalui Official X
  • pengumuman final trailer tersedia melalui Exact Official X Post
  • final trailer tersedia melalui Official Final Trailer
  • informasi tiket tersedia melalui Official Ticket Page

Penutup

Final trailer Witch on the Holy Night menjadi titik ketika gambaran film mulai terasa lengkap: hubungan Aoko, Alice, dan Soujuurou, action ufotable, staff utama, serta theme song supercell kini berada dalam satu paket menjelang penayangan Jepang pada 20 November.

Di luar Jepang, ekspansi bioskop juga sudah disiapkan untuk Januari dan Februari 2027, meski jadwal Indonesia belum diumumkan. Dengan “Yoru to Ao” mempertemukan kembali ryo dan Nagi Yanagi serta kampanye TYPE-MOON × ufotable ikut digerakkan menjelang perilisan, film ini membawa cukup banyak hubungan langsung dengan sejarah karya originalnya.

Reaksi artikel

Baca Juga