RYGAMES
Tersimpan

Blood Lily: Killers Can't Sink a Yuri Ship Rilis September, Rencana Cinta Lily Diganggu Pembunuh

Bahasa artikel 3 bahasa tersedia
Ringkasan: Game terbaru dalam seri Blood Lily ini memadukan romansa yuri, penyelidikan kasus pembunuhan, humor gelap, dan nuansa film horor kelas B. Demo gratisnya sudah
Blood Lily: Killers Can't Sink a Yuri Ship Rilis September, Rencana Cinta Lily Diganggu Pembunuh - RYGAMES
Bagikan Artikel
X Hatena Slack Chatwork Facebook Telegram LINE Pinterest Threads Reddit Bluesky LinkedIn Tumblr ChatGPT

Blood Lily: Killers Can't Sink a Yuri Ship Rilis September, Rencana Cinta Lily Diganggu Pembunuh

Blood Lily: Killers Can't Sink a Yuri Ship akan dirilis untuk PC melalui Steam pada pertengahan September 2026. Pengumuman Jepang menetapkan 15 September, sedangkan halaman Steam di sejumlah wilayah menampilkan 14 September akibat perbedaan zona waktu.

Game terbaru dalam seri Blood Lily ini memadukan romansa yuri, penyelidikan kasus pembunuhan, humor gelap, dan nuansa film horor kelas B. Demo gratisnya sudah tersedia, sementara Opening Chapter 2 ikut diperlihatkan menjelang peluncuran.

Ringkasan Cepat

  • Judul Inggris resmi: Blood Lily: Killers Can't Sink a Yuri Ship
  • Judul Jepang: 血の百合:殺人鬼は百合に挟まるな
  • Romanisasi: Chi no Yuri: Satsujinki wa Yuri ni Hasamaru na
  • Judul Mandarin Tradisional: 血百合殺人魔
  • Format: game PC
  • Genre: mystery comedy adventure, visual novel, yuri, horror, dan dark humor
  • Tanggal rilis pengumuman Jepang: 15 September 2026
  • Tanggal yang dapat tampil di Steam: 14 September 2026
  • Penyebab perbedaan tanggal: tampilan regional dan zona waktu Steam
  • Platform: PC melalui Steam
  • Versi konsol: belum diumumkan
  • Developer: Sounding Stone / 老奉毊 dan MaouCat Studio / 魔王貓工作室
  • Publisher: Sounding Stone / 老奉毊 dan RMAsia
  • Harga Jepang: 624 yen termasuk pajak
  • Harga regional Indonesia: belum ditampilkan
  • Demo: tersedia gratis
  • Durasi demo: sekitar 20–25 menit
  • Isi demo: bagian pertama dari lima bagian awal
  • Struktur cerita: dua chapter
  • Jumlah ending: 10
  • Sudut pandang eksplorasi: top-down
  • Presentasi: pixel art dengan kamera 2.5D
  • Karakter utama Jepang: Riri, Sui, dan Aki
  • Nama lokalisasi Inggris: Lily, Sally, dan Lucy
  • Latar utama: perjalanan dan penginapan tradisional
  • Fitur tersangka: karakter di luar kelompok utama digambar sebagai siluet hitam
  • Sumber sebagian Chapter 1: replay sesi TRPG
  • Penulis skenario TRPG original: Marikoro
  • Mode: single-player
  • Fitur Steam: Achievements, Steam Cloud, dan Family Sharing
  • Bahasa: Inggris, Jepang, Mandarin Sederhana, dan Mandarin Tradisional
  • Sulih suara penuh: tidak tersedia
  • Bahasa Indonesia: tidak didukung
  • Konten dewasa menurut developer: pembunuhan dan penyerangan
  • Penyimpanan minimum: 460 MB
  • Resolusi minimum: 1280 × 720
  • Program pendukung: Bahamut 30th Anniversary Indie Game Promotion Program

Pengumuman, Opening Chapter 2, Steam, dan Visual Game

Key Art Blood Lily Killers Can't Sink a Yuri Ship
Key Art Blood Lily Killers Can't Sink a Yuri Ship© Visual assets belong to their respective owners. Used for editorial purposes.
Advertisement
Screenshot gameplay Blood Lily Killers Can't Sink a Yuri Ship dari Steam© Visual assets belong to their respective owners. Used for editorial purposes.

Liburan untuk Menyatakan Cinta Berubah Menjadi Kasus Pembunuhan

Cerita berpusat pada Lily, mahasiswi bergaya ojou-sama yang menyimpan perasaan terhadap sahabatnya, Sally. Dalam teks Jepang, keduanya bernama Riri dan Sui.

Lily mengajak Sally berlibur ke sebuah penginapan tradisional. Tujuan sebenarnya sederhana: mencari kesempatan yang tepat untuk menyampaikan perasaannya tanpa gangguan kehidupan kampus.

Sponsored

Suasana romantis itu segera hancur ketika sebuah pembunuhan terjadi. Situasi bertambah buruk setelah muncul petunjuk bahwa pelakunya mungkin bukan hanya satu orang.

Alih-alih menyerah, Lily menganggap para pembunuh telah melakukan kesalahan terbesar mereka—mengganggu waktu pribadinya bersama Sally. Ia pun menyatakan perang dan ikut menyelidiki kejadian tersebut.

Di perjalanan, mereka juga bertemu Lucy, atau Aki dalam versi Jepang, seorang perempuan berambut pirang yang kemudian bergabung dengan kelompok utama.

Advertisement

Semua Orang Bisa Menjadi Pembunuh

Salah satu ciri visual utama Blood Lily adalah penggunaan siluet hitam untuk hampir seluruh orang di luar protagonis dan teman-temannya.

Karakter-karakter tersebut masih memiliki beberapa ciri pembeda, seperti bentuk rambut, pakaian, julukan, atau aksesori. Namun, wajah dan identitas lengkapnya sengaja disembunyikan.

Pilihan tersebut membuat pemain tidak dapat langsung menentukan siapa yang terlihat baik, mencurigakan, atau berbahaya hanya berdasarkan desain karakter.

Informasi tentang mereka akan bertambah setelah Lily memeriksa lingkungan, menemukan petunjuk, dan melakukan percakapan. Daftar tersangka secara perlahan terisi seiring penyelidikan berlangsung.

Pendekatan ini juga mempertahankan nuansa komedi. Seseorang dapat memiliki penampilan yang sangat mencurigakan, tetapi belum tentu menjadi pelaku sebenarnya.

Eksplorasi 2.5D dan Penyelidikan dari Sudut Pandang Atas

Blood Lily bukan visual novel yang hanya berpindah dari satu layar dialog ke layar berikutnya.

Pemain dapat menggerakkan karakter di ruang bergaya pixel art, memeriksa objek, berpindah antarruangan, dan berbicara dengan orang-orang yang berada di sekitar penginapan.

Kamera 2.5D digunakan untuk memberi kedalaman pada lingkungan yang tetap memakai tampilan top-down. Pergerakan kamera membantu memperlihatkan ruangan, lorong, dan lokasi kejadian dari sudut yang lebih dinamis.

Petunjuk yang ditemukan selama eksplorasi menjadi dasar untuk memahami hubungan antarkarakter serta urutan peristiwa. Percakapan dan pilihan pemain kemudian menentukan bagaimana Lily menanggapi situasi tertentu.

Game tidak mengumumkan sistem pertarungan. Fokus utamanya tetap pada eksplorasi, dialog, pengambilan keputusan, dan penyelesaian misteri.

Sepuluh Ending Menentukan Nasib Lily dan Sally

Keputusan yang dibuat pemain membawa cerita menuju sepuluh ending berbeda.

Cabang tersebut tidak hanya menentukan keberhasilan penyelidikan. Hubungan Lily dan Sally, keselamatan para karakter, serta identitas orang yang dapat dipercaya ikut dipengaruhi oleh pilihan.

Sounding Stone belum mengungkap pembagian antara good ending, normal ending, dan bad ending. Persyaratan untuk mencapai setiap akhir juga tidak diperlihatkan sebelum peluncuran.

Jumlah ending yang cukup banyak memberi alasan untuk mengulang permainan, memeriksa petunjuk yang sebelumnya dilewatkan, serta memilih respons berbeda dalam percakapan.

Steam Achievements turut didukung, tetapi daftar lengkap pencapaiannya belum terlihat sebelum game resmi tersedia.

Cerita Dibagi Menjadi Dua Chapter

Kisah lengkap Blood Lily: Killers Can't Sink a Yuri Ship terdiri dari dua chapter.

Chapter 1 sebagian besar diadaptasi dan dikembangkan dari replay sesi tabletop role-playing game yang dimainkan developer bersama teman-temannya. Skenario TRPG original ditulis oleh Marikoro dan digunakan dengan izin.

Adaptasinya tidak hanya menyalin jalannya sesi. Sounding Stone melakukan perubahan besar agar peristiwa, karakter, pilihan, dan misterinya sesuai dengan format game.

Chapter 2 melanjutkan konflik dengan materi yang dibuat untuk versi game. Opening khusus chapter tersebut telah dirilis menjelang pengumuman tanggal peluncuran.

Kedua chapter akan menjadi bagian dari satu game. Belum ada pengumuman bahwa Chapter 2 dijual sebagai DLC atau perilisan terpisah.

Demo Gratis Sudah Tersedia di Steam

Pemain dapat mencoba demo Blood Lily melalui halaman Steam sebelum membeli versi lengkap.

Demo tersebut berlangsung sekitar 20–25 menit dan mencakup bagian pembuka dari cerita. Bahasa Jepang, Inggris, Mandarin Sederhana, dan Mandarin Tradisional tersedia sejak versi percobaan.

Versi lengkapnya dijual seharga 624 yen di Jepang. Harga rupiah serta penyesuaian harga untuk negara lain belum ditampilkan sebelum produk dibuka untuk pembelian.

Steam mencantumkan tanggal 14 September pada sejumlah wilayah, sedangkan pengumuman Jepang dan Mandarin memakai 15 September. Perbedaan itu berasal dari waktu peluncuran yang memasuki tanggal berbeda menurut zona waktu pengguna.

Game Ketiga dalam Seri Blood Lily

Blood Lily: Killers Can't Sink a Yuri Ship merupakan judul terbaru setelah Blood Lily Loop dan Blood Lily Ghoststories.

Blood Lily Loop dirilis pada 2024 dan memakai unsur Cthulhu Mythos, time loop, serta hubungan Riri dan Sui sebagai pusat ceritanya.

Blood Lily Ghoststories menyusul pada 2025. Game tersebut membawa kelompok klub okultisme ke pertemuan malam yang perlahan berubah menjadi pengalaman supranatural.

Judul terbaru mempertahankan beberapa karakter dan pendekatan 2.5D, tetapi mengganti fokusnya menjadi misteri pembunuhan dengan komedi yang lebih menonjol.

Pemain baru tetap dapat memahami premis utama dari informasi yang diberikan dalam game, meskipun pengalaman dengan dua judul sebelumnya dapat memberi konteks tambahan mengenai hubungan antarkarakternya.

Kenapa Ini Menarik?

1) Romansa dan misteri saling mengganggu

Tujuan Lily bukan sekadar memecahkan pembunuhan. Ia juga terus berusaha menjaga kesempatan untuk menyatakan cinta kepada Sally di tengah kekacauan.

2) Siluet membuat seluruh NPC terasa mencurigakan

Pemain tidak dapat langsung menilai orang berdasarkan wajah atau desainnya. Identitas mereka harus dibuka melalui petunjuk dan percakapan.

3) Sepuluh ending memberi konsekuensi nyata

Pilihan dapat mengubah hubungan, keselamatan karakter, serta jawaban atas misteri yang sedang diselidiki.

4) Demo memungkinkan pemain memeriksa gayanya lebih dahulu

Bagian awal sudah dapat dimainkan secara gratis untuk menilai humor, eksplorasi, terjemahan, dan nuansa horornya.

Info Game

Untuk saat ini, informasi penting yang diketahui adalah:

  • Blood Lily: Killers Can't Sink a Yuri Ship merupakan game ketiga dalam seri Blood Lily
  • judul Jepangnya adalah Chi no Yuri: Satsujinki wa Yuri ni Hasamaru na
  • versi Jepang diumumkan rilis pada 15 September 2026
  • Steam dapat menampilkan 14 September menurut wilayah pengguna
  • game dikembangkan oleh Sounding Stone dan MaouCat Studio
  • Sounding Stone serta RMAsia menangani penerbitannya
  • versi Jepang dibanderol 624 yen
  • platform yang diumumkan hanya PC melalui Steam
  • demo gratis berdurasi sekitar 20–25 menit telah tersedia
  • ceritanya dibagi menjadi dua chapter
  • Chapter 1 sebagian diadaptasi dari replay TRPG
  • skenario TRPG original dibuat oleh Marikoro
  • Opening Chapter 2 telah dirilis
  • Lily mengajak Sally berlibur untuk menyatakan cinta
  • rencana tersebut terganggu oleh beberapa pembunuh
  • Lucy menjadi anggota lain dalam kelompok utama
  • versi Jepang memakai nama Riri, Sui, dan Aki
  • karakter di luar kelompok utama diperlihatkan sebagai siluet
  • pemain mencari petunjuk melalui lingkungan dan percakapan
  • eksplorasi menggunakan tampilan top-down dengan kamera 2.5D
  • tersedia sepuluh ending berdasarkan keputusan pemain
  • game mendukung Steam Achievements dan Steam Cloud
  • bahasa yang tersedia adalah Inggris, Jepang, Mandarin Sederhana, dan Mandarin Tradisional
  • tidak ada sulih suara penuh
  • Bahasa Indonesia belum didukung
  • halaman Steam mencantumkan konten pembunuhan dan penyerangan
  • kebutuhan penyimpanan minimumnya adalah 460 MB
  • detail serta demo tersedia melalui halaman resmi Steam
  • perkembangan game dapat dipantau melalui akun resmi Sounding Stone di X
  • video resmi tersedia melalui kanal YouTube Sounding Stone

Penutup

Blood Lily: Killers Can't Sink a Yuri Ship mengubah perjalanan romantis Lily dan Sally menjadi penyelidikan penuh tersangka, siluet, dan pembunuh yang terus merusak suasana.

Game ini meluncur melalui Steam pada 14–15 September 2026 menurut zona waktu, dengan sepuluh ending dan dua chapter. Demo gratisnya sudah dapat dimainkan sebelum versi lengkap tersedia.

Reaksi artikel

Baca Juga