RYGAMES
Tersimpan

Jaadugar: A Witch in Mongolia Ungkap PV Ketiga, Kujira Suarakan Boraqchin

Bahasa artikel 1 bahasa tersedia
Ringkasan: Pengumuman ini juga mengungkap Kujira sebagai pengisi suara Boraqchin, permaisuri pertama Ögedei. Sosoknya digambarkan sebagai perempuan tenang dan berwibawa yang
Jaadugar: A Witch in Mongolia Ungkap PV Ketiga, Kujira Suarakan Boraqchin - RYGAMES
Bagikan Artikel
X Hatena Slack Chatwork Facebook Telegram LINE Pinterest Threads Reddit Bluesky LinkedIn Tumblr ChatGPT

Jaadugar: A Witch in Mongolia Ungkap PV Ketiga, Kujira Suarakan Boraqchin

Jaadugar: A Witch in Mongolia merilis main PV ketiga bersama special visual baru pada 2 Agustus 2026. Materi tersebut membuka perkembangan berikutnya dalam perjalanan Sitara setelah dirinya memasuki lingkungan keluarga penguasa Kekaisaran Mongol.

Pengumuman ini juga mengungkap Kujira sebagai pengisi suara Boraqchin, permaisuri pertama Ögedei. Sosoknya digambarkan sebagai perempuan tenang dan berwibawa yang mengkhawatirkan masa depan kekaisaran serta ketimpangan kekuasaan di dalamnya.

Ringkasan Cepat

  • Judul resmi global: Jaadugar: A Witch in Mongolia
  • Judul Jepang: 天幕のジャードゥーガル
  • Romanisasi: Tenmaku no Jaadugar
  • Judul Inggris manga: A Witch's Life in Mongol
  • Format: anime TV
  • Genre: historical drama, political drama
  • Sumber cerita: manga karya Tomato Soup
  • Publisher manga: Akita Shoten
  • Platform serialisasi: Souffle
  • Tanggal tayang perdana: 4 Juli 2026
  • Jadwal utama: setiap Sabtu pukul 23.30 JST
  • Waktu Indonesia: pukul 21.30 WIB, 22.30 WITA, dan 23.30 WIT
  • Update terbaru: main PV ketiga dan special visual
  • Tanggal update: 2 Agustus 2026
  • Karakter baru: Boraqchin
  • Pengisi suara Boraqchin: Kujira
  • Posisi Boraqchin: permaisuri pertama Ögedei atau Great Khatun
  • Protagonis: Sitara
  • Nama yang digunakan Sitara: Fatima
  • Pengisi suara Sitara: Akira Sekine
  • Pengisi suara Töregene: Ami Koshimizu
  • Executive director: Naoko Yamada
  • Sutradara: Abel Gongora
  • Series composition: Kanichi Kato
  • Character design / sakuga chief: Kenichi Yoshida
  • Musik: Koshiro Hino
  • Studio animasi: Science SARU
  • Opening: Stella oleh SEKAI NO OWARI
  • Ending: Hoshi oleh Queen Bee
  • Jumlah episode: belum diumumkan

Pengumuman, Main PV, dan Special Visual

Special Visual Jaadugar: A Witch in Mongolia
Special Visual Jaadugar: A Witch in Mongolia© Visual assets belong to their respective owners. Used for editorial purposes.
Advertisement
Character Visual Boraqchin
Character Visual Boraqchin© Visual assets belong to their respective owners. Used for editorial purposes.
Jaadugar: A Witch in Mongolia The Third Main PV© Visual assets belong to their respective owners. Used for editorial purposes.

PV Ketiga Membuka Babak Politik Baru

> Catatan: Pembahasan berikut memuat petunjuk ringan mengenai perkembangan cerita setelah episode awal.

Sponsored

Main PV ketiga memperlihatkan Sitara semakin dekat dengan para perempuan yang memegang pengaruh besar di lingkungan keluarga penguasa Mongol. Masing-masing membawa kepentingan, luka masa lalu, dan rencana yang tidak selalu terlihat dari permukaan.

Sitara tetap menggunakan nama Fatima dan mengandalkan pengetahuan sebagai senjata utamanya. Namun, posisinya kini membuat setiap keputusan ikut bersinggungan dengan perebutan pengaruh di antara para istri dan keluarga Ögedei.

Trailer tersebut tidak hanya memperlihatkan ancaman fisik. Percakapan, pertukaran pandangan, dan keputusan di balik istana menjadi bagian penting dari konflik yang akan menyeret Sitara ke dalam perubahan besar.

Advertisement

Kujira Suarakan Boraqchin

Boraqchin merupakan permaisuri pertama Ögedei, kaisar kedua Kekaisaran Mongol. Ia juga memegang kedudukan sebagai Great Khatun dan memiliki perhatian besar terhadap arah pemerintahan serta keseimbangan kekuasaan.

Karakter ini digambarkan selalu tenang, terkendali, dan berwibawa. Boraqchin memahami bahwa politik tidak hanya dijalankan melalui perintah terbuka, tetapi juga dengan mengatur berbagai pihak dari balik permukaan.

Kujira menyebut Boraqchin sebagai ahli strategi yang sulit memperlihatkan isi pikirannya. Sang seiyuu juga mengisyaratkan bahwa karakter tersebut akan menjadi tembok baru bagi Töregene dan Sitara, membawa konflik yang lebih menyerupai pertarungan kecerdasan.

Boraqchin bukan sekadar lawan yang mengandalkan kedudukan. Cara pandangnya terhadap masa depan kekaisaran membuat tindakannya dapat memiliki alasan politik yang lebih rumit daripada sekadar persaingan pribadi.

Special Visual Satukan Para Perempuan Kekaisaran

Special visual terbaru mempertemukan Sitara atau Fatima dengan para permaisuri yang akan memengaruhi perjalanan berikutnya. Komposisinya menggunakan suasana misterius dan megah untuk menekankan bahwa setiap karakter menyimpan tujuan sendiri.

Tatapan mereka tidak sepenuhnya mengarah ke tempat yang sama. Pilihan tersebut menggambarkan perbedaan kepentingan sekaligus hubungan yang dapat berubah antara kerja sama, kecurigaan, dan persaingan.

Visual ini juga menegaskan bahwa Jaadugar tidak memosisikan perempuan istana hanya sebagai pendamping penguasa. Mereka menjadi pelaku politik yang dapat menentukan pergantian kekuasaan dan arah sejarah Kekaisaran Mongol.

Sitara Menggunakan Pengetahuan untuk Membalas Kekaisaran

Jaadugar: A Witch in Mongolia mengikuti Sitara, seorang gadis yang kehilangan ibu dan tanah kelahirannya sebelum dibawa jauh dari rumah. Ia kemudian diasuh oleh Fatima, perempuan dari keluarga cendekiawan yang memberinya kesempatan untuk belajar.

Kehidupan tersebut berakhir ketika pasukan Mongol menyerang dan merenggut seluruh hal yang dimilikinya. Sitara akhirnya menggunakan nama Fatima serta memutuskan memasuki lingkungan kerajaan untuk menghancurkan kekaisaran dari dalam.

Pertemuannya dengan Töregene membuka jalan menuju aliansi yang tidak terduga. Keduanya memiliki kebencian terhadap kekaisaran, tetapi harus bertahan di tengah politik keluarga penguasa yang dipenuhi kepentingan berbeda.

Adaptasi anime ini diproduksi Science SARU dengan Naoko Yamada sebagai executive director dan Abel Gongora sebagai sutradara. Pendekatannya menggabungkan drama sejarah, budaya Persia dan Mongol, serta konflik yang lebih banyak diselesaikan melalui pengetahuan dan strategi.

Kenapa Ini Menarik?

1) Boraqchin membawa lawan yang sulit dibaca

Ketenangan dan posisinya sebagai permaisuri pertama membuat Boraqchin dapat bergerak tanpa memperlihatkan rencana sebenarnya kepada Sitara maupun Töregene.

2) Konflik berkembang menjadi pertarungan kecerdasan

Ancaman terhadap Sitara tidak hanya datang melalui kekerasan. Ia harus memahami hubungan keluarga, keseimbangan kekuasaan, dan kepentingan setiap perempuan di lingkungan istana.

3) Special visual menempatkan perempuan sebagai pusat sejarah

Sitara dan para permaisuri diperlihatkan sebagai pihak yang aktif membentuk masa depan kekaisaran, bukan sekadar karakter yang berada di sekitar para kaisar.

4) Kujira membawa karakter berbeda dari citra peran biasanya

Boraqchin menuntut penampilan yang lebih tertahan, misterius, dan strategis, memberi Kujira ruang untuk memperlihatkan pendekatan suara yang berbeda.

Info Anime

Untuk saat ini, informasi penting yang diketahui adalah:

  • Jaadugar: A Witch in Mongolia merupakan judul global resmi animenya
  • manga original menggunakan judul Inggris A Witch's Life in Mongol
  • karya tersebut ditulis dan digambar oleh Tomato Soup
  • manga diserialisasikan melalui Souffle milik Akita Shoten
  • cerita berlatar Persia dan Kekaisaran Mongol pada abad ke-13
  • Sitara menggunakan nama Fatima setelah kehilangan keluarga yang membesarkannya
  • dirinya berusaha menghancurkan Kekaisaran Mongol dengan pengetahuan dan strategi
  • Töregene menjadi salah satu sekutu terpenting dalam rencana tersebut
  • anime mulai tayang pada 4 Juli 2026 dengan dua episode sekaligus
  • penayangan reguler berlangsung setiap Sabtu pukul 23.30 JST
  • main PV ketiga dan special visual dirilis pada 2 Agustus 2026
  • Kujira memerankan Boraqchin
  • Boraqchin merupakan permaisuri pertama Ögedei
  • dirinya mengkhawatirkan ketimpangan kekuasaan dan bergerak melalui strategi tersembunyi
  • Akira Sekine memerankan Sitara
  • Ami Koshimizu memerankan Töregene
  • Science SARU menangani produksi animasi
  • jumlah episode keseluruhan belum diumumkan
  • anime dapat ditonton melalui halaman resmi Jaadugar: A Witch in Mongolia di Crunchyroll
  • informasi terbaru dapat dipantau melalui situs resmi Jaadugar: A Witch in Mongolia

Penutup

Main PV ketiga Jaadugar: A Witch in Mongolia membawa Sitara memasuki konflik yang semakin dekat dengan pusat kekuasaan. Kedatangan Boraqchin menambah figur politik yang tidak mudah ditebak dan berpotensi mengubah hubungan antara Sitara, Töregene, serta para perempuan istana lainnya.

Anime ini sedang tayang sejak 4 Juli 2026. Perkembangan berikutnya akan memperlihatkan bagaimana Sitara mempertahankan rencana balas dendamnya ketika kecerdasan dan strateginya berhadapan dengan permaisuri pertama yang sama-sama memahami permainan kekuasaan.

Reaksi artikel

Baca Juga